KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika menyusul terungkapnya kasus pabrik sabu di kota tersebut beberapa waktu lalu. Langkah yang ditempuh tidak hanya melalui peningkatan pengawasan, tetapi juga dengan memperluas edukasi kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi bersama aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum.
“Penanganan narkotika membutuhkan kerja sama semua pihak,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Bagus, kepolisian dan BNN memiliki kewenangan dalam pengawasan dan penindakan, sementara pemerintah daerah berperan memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ia mengungkapkan, Balikpapan masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkotika yang cukup tinggi di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap jalur masuk ke kota, baik melalui laut, udara, maupun pelabuhan, harus terus diperketat.
“Pengawasan harus terus diperkuat agar ruang gerak pelaku semakin sempit,” katanya.
Selain itu, aparat penegak hukum selama ini juga rutin melakukan operasi di sejumlah kawasan yang dinilai rawan terhadap aktivitas peredaran narkoba, di antaranya wilayah Kampung Baru, Pelabuhan Semayang, hingga kawasan Manggar.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan mengintensifkan program edukasi melalui organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya di sektor pendidikan. Pelajar menjadi salah satu sasaran utama sosialisasi karena kelompok usia muda dinilai paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Edukasi sejak dini sangat penting agar generasi muda memahami bahaya narkoba,” ujar Bagus.
Pemerintah juga menggencarkan kampanye publik bersama BNN dan aparat penegak hukum melalui berbagai media komunikasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkotika serta pentingnya peran lingkungan dalam pencegahannya.
Selain pendekatan edukatif, operasi gabungan terus dilakukan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkoba, seperti tempat hiburan malam, hotel, dan rumah kos. Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang peredaran narkoba di Kota Balikpapan.
Bagus juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan anggota keluarga atau orang di lingkungan sekitar yang terindikasi menggunakan narkotika. Menurutnya, pemerintah mendukung upaya rehabilitasi bagi para pengguna agar dapat pulih dari ketergantungan tanpa harus selalu berakhir pada proses pidana.
“Rehabilitasi dapat menjadi jalan untuk membantu pengguna kembali menjalani kehidupan yang sehat,” katanya.
Ia menambahkan, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama pada kelompok usia 15 hingga 30 tahun. Orang tua diharapkan aktif membangun komunikasi, memberikan pendampingan, dan mengarahkan anak-anak pada kegiatan positif seperti olahraga, seni, organisasi kepemudaan, maupun aktivitas sekolah.
“Anak-anak yang memiliki ruang untuk berprestasi akan lebih terlindungi dari pengaruh negatif,” tuturnya.
Bagus berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Balikpapan dari ancaman narkoba melalui penguatan pendidikan keluarga, nilai-nilai keagamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, peredaran dan penyalahgunaan narkotika dapat kita tekan,” pungkasnya.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















