Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 19 Jun 2026 22:00 WITA ·

Rahmad Mas’ud: Balikpapan Bukan Lagi Kota Minyak, UMKM dan Jasa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi


 Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME., menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Balikpapan tidak lagi bertumpu pada migas, melainkan telah bergeser ke sektor jasa, industri, perdagangan, ekonomi kreatif, dan UMKM yang terus berkembang. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME., menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Balikpapan tidak lagi bertumpu pada migas, melainkan telah bergeser ke sektor jasa, industri, perdagangan, ekonomi kreatif, dan UMKM yang terus berkembang. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Kota Balikpapan saat ini tidak lagi bertumpu pada sektor minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, struktur perekonomian kota telah bergeser dan kini lebih banyak ditopang oleh sektor jasa, industri pengolahan, perdagangan, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berkembang.

Hal itu disampaikan Rahmad saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (19/6/2026). Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap Balikpapan sebagai kota penghasil minyak. Padahal, sumber daya migas berada di wilayah sekitar seperti Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, sementara Balikpapan berperan sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung industri energi.

“Balikpapan sekarang hidup dari sektor jasa dan industri,” ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, keberadaan kilang minyak, pelabuhan, kawasan industri, serta berbagai layanan penunjang menjadikan Balikpapan tumbuh sebagai kota jasa yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur, termasuk sebagai daerah penyangga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Balikpapan bukan daerah yang kaya karena memiliki sumber daya minyak. Kita adalah kota jasa dan industri. Selama ini masyarakat sering menganggap Balikpapan sebagai kota minyak, padahal yang memiliki sumber daya tersebut berada di daerah tetangga. Balikpapan diuntungkan karena memiliki fasilitas pengolahan dan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendukung sektor tersebut,” jelasnya.

Rahmad mengatakan, seiring berkembangnya investasi dan pembangunan di kawasan penyangga IKN, struktur ekonomi Balikpapan semakin beragam. Selain sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, dan logistik, peran UMKM juga terus diperkuat sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global.

Karena itu, Pemkot Balikpapan terus mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang lebih modern, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami ingin UMKM Balikpapan benar-benar naik kelas,” tegas Rahmad.

Ia menilai, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan maupun perluasan akses pemasaran. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu mengikuti perubahan teknologi, memahami kebutuhan pasar, dan bersaing di era digital.

Menurut Rahmad, transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Pelaku usaha dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, hingga menjangkau konsumen melalui berbagai platform digital.

“Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, pelaku UMKM harus mampu mengikuti perubahan. Digitalisasi membuka peluang pasar yang lebih besar dan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Selain itu, ia menilai hadirnya IKN memberikan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kompetensi agar UMKM Balikpapan mampu menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan di kawasan IKN.

Rahmad optimistis penguatan sektor jasa, industri, ekonomi kreatif, dan UMKM akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Balikpapan dalam jangka panjang. Strategi tersebut diyakini mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam.

“Ke depan, kami ingin Balikpapan semakin mandiri. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi harus didukung oleh kemampuan masyarakat serta sektor-sektor ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” pungkas Rahmad.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH