KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – PT BPR Bank Samarinda (Bank Samarinda) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan membukukan laba sebesar Rp2,742 miliar pada tahun buku 2025. Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama Bank Samarinda, Tony Noviandi, usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kota Samarinda yang membahas evaluasi neraca keuangan tahun 2025–2026 serta Rencana Kegiatan Bisnis (RKB) 2027.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda itu turut dihadiri sejumlah mitra kerja. Dalam forum tersebut, manajemen Bank Samarinda memaparkan perkembangan kinerja perusahaan sekaligus strategi pengembangan usaha pada tahun mendatang.
Tony mengatakan, laba yang berhasil diraih menjadi bukti bahwa proses pembenahan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Kondisi keuangan perusahaan kini semakin sehat sehingga Bank Samarinda kembali mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Samarinda sebagai pemegang saham.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kami membukukan laba Rp2,742 miliar dan tahun ini sudah menyetorkan dividen Rp500 juta,” ujar Tony.
Ia menjelaskan, setoran dividen tersebut menjadi momentum penting karena menandai kembalinya Bank Samarinda sebagai salah satu badan usaha milik daerah yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Menurutnya, pencapaian tersebut juga menjadi modal untuk meningkatkan target bisnis pada 2027.
Dalam rapat itu, Komisi II DPRD Kota Samarinda turut memberikan sejumlah masukan guna memperkuat peran Bank Samarinda dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satu usulan yang mengemuka adalah mendorong penyaluran kredit proyek pemerintah melalui Bank Samarinda, khususnya kepada para kontraktor yang mengerjakan pekerjaan pemerintah.
Selain itu, DPRD juga mengusulkan agar pengelolaan transaksi keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda, termasuk pembayaran kepada sekitar 2.000 Rukun Tetangga (RT), dapat dilakukan melalui Bank Samarinda. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan perputaran dana sekaligus memperkuat fungsi intermediasi bank daerah.
“Masukan dari Komisi II sangat baik dan menjadi peluang bagi Bank Samarinda untuk berkembang,” katanya.
Tony menilai, dukungan dari DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda akan menjadi faktor penting dalam memperluas pangsa pasar Bank Samarinda. Semakin besar aktivitas transaksi yang dikelola, semakin besar pula peluang perusahaan meningkatkan laba dan dividen yang disetorkan kepada pemerintah daerah.
Di samping memperkuat pembiayaan proyek pemerintah, Bank Samarinda juga berkomitmen meningkatkan kontribusinya terhadap sektor produktif masyarakat. Salah satu fokus yang disiapkan dalam RKB 2027 adalah memperluas akses pembiayaan bagi kelompok usaha yang dibina oleh pemerintah daerah, seperti petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro dan kecil.
“Kami ingin pembiayaan Bank Samarinda benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Tony.
Melalui penguatan kinerja keuangan, dukungan DPRD, serta rencana ekspansi pembiayaan ke sektor produktif, Bank Samarinda optimistis mampu meningkatkan daya saing sebagai bank milik daerah sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















