Menu

Mode Gelap
Hadiri Rakernas APEKSI di Medan, Rahmad Mas’ud Perkuat Kolaborasi Antarkota untuk Percepat Pembangunan Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80 Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai

BERITA DAERAH · 30 Jun 2026 11:00 WITA ·

TPST Pasar Baqa Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah, Pemkot Samarinda Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah


 Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, menyampaikan keterangan kepada awak media usai peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di kawasan Pasar Baqa, Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, menyampaikan keterangan kepada awak media usai peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di kawasan Pasar Baqa, Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan memusatkan kegiatan di kawasan Pasar Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026). Lokasi tersebut dipilih karena telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang baru dibangun sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengatakan pemilihan Pasar Baqa bukan tanpa alasan. Selain menjadi pusat kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan fasilitas TPST kepada masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik.

“TPST ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Samarinda Seberang,” kata Aditya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan jumlah penduduk di Samarinda Seberang berdampak pada meningkatnya volume sampah setiap hari. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai.

Aditya mengungkapkan, saat mulai menjabat sebagai camat, TPS di kawasan Mangkupalas terpaksa ditutup karena berada di tepi jalan utama dan dinilai tidak lagi layak. Sementara itu, TPS yang sebelumnya berada di kawasan Pasar Baqa juga sudah tidak dapat difungsikan, sehingga pemerintah kecamatan harus mencari alternatif baru dalam penanganan sampah.

“Kami harus mencari solusi agar pelayanan persampahan tetap berjalan dan masyarakat tidak kesulitan membuang sampah,” ujarnya.

Sebagai solusi, Kecamatan Samarinda Seberang berinisiatif membangun TPST dengan kapasitas sekitar enam kontainer. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengatasi keterbatasan lahan penampungan sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di kawasan padat penduduk.

Menurut Aditya, keberadaan TPST tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Ia mengajak masyarakat membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menggunakan komposter atau disalurkan ke TPST untuk diproses lebih lanjut. Sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan melalui bank sampah maupun didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Selain memperkuat edukasi kepada masyarakat, Pemerintah Kota Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga tengah menyiapkan berbagai strategi lanjutan dalam pengelolaan sampah. Salah satunya adalah kajian penerapan teknologi insinerator yang akan disesuaikan dengan ketentuan dan mekanisme dari DLH.

Aditya berharap berbagai langkah tersebut mampu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi kunci agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” tutupnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Rakernas APEKSI di Medan, Rahmad Mas’ud Perkuat Kolaborasi Antarkota untuk Percepat Pembangunan

2 Juli 2026 - 09:00 WITA

a192

Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda

1 Juli 2026 - 21:00 WITA

a191

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

a190

Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

a181

BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

a180

Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

a179
Trending di BERITA DAERAH