Menu ✖

Mode Gelap
Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

BERITA DAERAH · 21 Jul 2026 14:00 WITA ·

Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Tekanan Fiskal APBD 2027


 Anggota Banggar DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan penyusunan APBD 2027 harus memperhitungkan belum terealisasinya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berdampak pada terbatasnya kemampuan fiskal daerah. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Banggar DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan penyusunan APBD 2027 harus memperhitungkan belum terealisasinya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berdampak pada terbatasnya kemampuan fiskal daerah. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda menggelar rapat internal membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Gabungan Lantai I DPRD Kota Samarinda, Selasa (21/7/2026). Pembahasan difokuskan pada penyusunan arah kebijakan anggaran di tengah terbatasnya ruang fiskal akibat belum dibayarkannya Transfer ke Daerah (TKD), termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), oleh pemerintah pusat.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, bersama jajaran anggota Banggar, di antaranya Iswandi, Achmad Sukamto, Joko Wiratno, Abdul Rohim, Sri Puji Astuti, Maswedi, Harminsyah, Romadhony Putra Pratama, dan Muhammad Andriansyah.

Usai rapat, Anggota Banggar DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan penyusunan APBD 2027 harus memperhitungkan belum terealisasinya pembayaran TKD dari pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan keuangan daerah.

“Ruang fiskal menjadi lebih terbatas, sehingga anggaran harus disusun lebih selektif,” ujar Iswandi.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD akan memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan kegiatan yang belum mendesak akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Menurut Iswandi, berbagai upaya komunikasi dan koordinasi untuk mendorong pencairan TKD telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda melalui jalur formal maupun informal. Ia meyakini langkah tersebut terus diupayakan meski tidak seluruhnya dipublikasikan.

Terkait kewajiban pembayaran utang pemerintah kota atas kegiatan tahun 2025, Iswandi optimistis penyelesaiannya dapat direalisasikan pada 2026. Ia menilai kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan pemerintah daerah, melainkan karena belum tersalurkannya TKD dari pemerintah pusat. Sementara itu, penyelesaian utang pemerintah kota dari tahun-tahun sebelumnya masih bergantung pada kondisi keuangan daerah dan kebijakan pemerintah ke depan.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

17 Oktober 2026 - 21:00 WITA

o6

Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi

17 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o5

DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit

17 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o4

Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar

17 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o3

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97
Trending di BERITA DAERAH