KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menjajaki kerja sama strategis dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk memperkuat pembiayaan, pendampingan usaha mikro, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan IKN. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus mendorong pelaku UMKM menjadi bagian dari pertumbuhan ibu kota baru.
Penjajakan kerja sama itu dibahas saat Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan Komisaris Utama PNM, Dradjad Hari Wibowo, beserta jajaran di Kantor Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (3/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Basuki menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PNM, untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah IKN. Menurutnya, pembangunan ibu kota baru tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro dan kecil.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dan intervensi PNM dalam pemberdayaan UMKM di IKN,” ujar Basuki.
Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan IKN, melainkan ikut terlibat sebagai pelaku ekonomi yang memperoleh manfaat langsung dari hadirnya ibu kota negara baru.
Sementara itu, Komisaris Utama PNM, Dradjad Hari Wibowo, menyampaikan bahwa perusahaannya memiliki pengalaman dalam pembiayaan sekaligus pendampingan usaha mikro dan ultra mikro melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Menurutnya, peluang kolaborasi dengan Otorita IKN sangat terbuka, terutama untuk mendukung target pemerintah menjadikan IKN sebagai kawasan yang bebas kemiskinan pada tahun 2035.
“Target bebas kemiskinan 2035 menjadi peluang besar untuk kita bekerja sama,” kata Dradjad.
Ia menjelaskan, hingga saat ini Program Mekaar telah membina sekitar 23 juta nasabah di seluruh Indonesia, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro. Melalui pendekatan pembiayaan berbasis kelompok yang disertai pendampingan, PNM berupaya meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Selain Mekaar, PNM juga menjalankan program ULaMM yang memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro agar mampu meningkatkan skala usaha dan daya saingnya.
Data Otorita IKN mencatat saat ini terdapat 4.767 pelaku UMKM di wilayah delineasi IKN yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat, dan Sanga-Sanga. Data tersebut menjadi dasar dalam memetakan kebutuhan pembiayaan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas usaha masyarakat di kawasan penyangga IKN.
Melalui kerja sama tersebut, Otorita IKN berharap pelaku UMKM lokal dapat memperoleh akses permodalan yang lebih luas, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta kesempatan masuk ke dalam rantai pasok pembangunan dan aktivitas ekonomi di ibu kota baru.
Kolaborasi antara Otorita IKN dan PNM juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan berusaha, serta mendukung terwujudnya Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













