Menu

Mode Gelap
Danlanal Balikpapan Tinjau Bekapai, PHM Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Migas 82 Siswa Jadi Angkatan Pertama SNT 3 IKN, MPLS Resmi Dimulai HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Masyarakat Perkuat Kemandirian di Tengah Tantangan Ekonomi HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Kemerdekaan Dirasakan Lewat Keadilan dan Kesejahteraan HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” Diwujudkan dalam Kebijakan Nyata

BERITA DAERAH · 8 Agu 2026 17:30 WITA ·

Andi Harun Sindir Politik “Musiman”: Jangan Hadir Saat Butuh Suara


 Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan partai politik agar tak hanya hadir saat membutuhkan suara, tetapi konsisten membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan partai politik agar tak hanya hadir saat membutuhkan suara, tetapi konsisten membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan pesan politik yang cukup tegas kepada kader dan pengurus Partai Golkar Kota Samarinda. Ia mengingatkan agar partai politik tidak hanya hadir ketika membutuhkan suara masyarakat, tetapi harus konsisten membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata.

Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Samarinda di Kartanegara Ballroom Hotel Fugo, Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Di hadapan kader Golkar, Andi Harun menilai perubahan perilaku pemilih harus diikuti dengan perubahan cara partai membangun kekuatan politik. Menurutnya, modal elektoral saja tidak cukup untuk memenangkan hati masyarakat jika tidak dibarengi dengan integritas, kedekatan dengan rakyat, serta kemampuan menghadirkan solusi.

“Faktor-faktor elektoral sudah harus diperkuat dengan basis memperkuat kepercayaan publik,” kata Andi Harun.

Ia menilai masyarakat saat ini semakin kritis dan rasional dalam menentukan pilihan politik. Perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, meningkatnya pendidikan politik, serta kemudahan masyarakat memperoleh informasi membuat pemilih tidak lagi mudah dipengaruhi oleh pendekatan emosional maupun kepentingan jangka pendek.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan mampu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Pemilih semakin sadar ia membutuhkan pemimpin yang berintegritas,” tegasnya.

Karena itu, Andi Harun mendorong Partai Golkar untuk memperkuat kehadiran di tengah masyarakat. Menurutnya, kerja politik tidak boleh hanya meningkat menjelang pemilihan umum, kemudian menghilang setelah kontestasi selesai.

“Jangan hanya hadir ketika membutuhkan suara.”

Musda Bukan Sekadar Memilih Ketua

Andi Harun juga mengingatkan agar Musda XI Golkar Samarinda tidak hanya dipandang sebagai forum pergantian kepemimpinan. Menurutnya, Musda harus menjadi momentum untuk menentukan arah organisasi, memperkuat budaya internal partai, sekaligus menyusun strategi menghadapi perubahan politik ke depan.

“Saya yakin Musyawarah Daerah hari ini tidak hanya akan berfungsi memilih Ketua,” ujarnya.

Ia berharap kepemimpinan baru Golkar Samarinda mampu menghadirkan organisasi yang lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sebab, tantangan partai ke depan tidak hanya berasal dari dinamika internal, tetapi juga perubahan karakter pemilih yang semakin kritis.

Andi Harun juga mengingatkan agar pembicaraan mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak dilakukan terlalu dini tanpa terlebih dahulu membenahi organisasi dan memperkuat basis politik.

“Musda ini harus menjadi momentum,” katanya.

Menurutnya, persiapan menghadapi Pilkada harus dimulai dengan memastikan mesin organisasi bekerja, kader hadir di tengah masyarakat, serta kepercayaan publik terus dibangun.

“Kalau Cara Kita Tidak Berubah”

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga mendorong kader Golkar berani mengubah pola kerja politik. Ia menilai hasil yang berbeda hanya dapat dicapai melalui cara kerja yang berbeda pula.

“Kalau cara kita tidak berubah, maka kita sulit mengharapkan hasil yang berbeda,” ungkapnya.

Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan pemikiran Albert Einstein yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pengarahan kepala daerah dan DPRD di Sentul, Bogor.

Bagi Andi Harun, perubahan tidak boleh dilakukan ketika pemilu sudah berada di depan mata. Pembenahan organisasi dan penguatan hubungan dengan masyarakat harus dimulai sejak sekarang.

Andi Harun: Jangan Bergantung Pada Figur Wali Kota

Pesan lainnya disampaikan Andi Harun terkait orientasi politik di tingkat daerah. Ia meminta kader partai tidak menjadikan figur kepala daerah sebagai satu-satunya pusat orientasi politik.

Menurutnya, jabatan kepala daerah memiliki batas waktu, sementara kepentingan terhadap pembangunan Kota Samarinda harus berlangsung secara berkelanjutan.

“Pemimpin itu come and go,” tuturnya.

Andi Harun bahkan menegaskan bahwa masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Samarinda juga akan berakhir pada 2030.

“Jangan bicara karena Wali Kotanya saya,” katanya.

Ia menekankan, siapapun yang nantinya memimpin Samarinda harus tetap memiliki komitmen terhadap kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat.

“Kepala daerah boleh datang dan pergi,” lanjutnya.

Namun, menurut Andi Harun, kecintaan dan semangat membangun Samarinda tidak boleh ikut berganti seiring pergantian pemimpin.

DBH dan Bangkeu Tetap Diperjuangkan

Di luar dinamika politik partai, Andi Harun juga menegaskan dirinya akan tetap memperjuangkan kepentingan Pemerintah Kota Samarinda, khususnya terkait dukungan fiskal dan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ia menyebut perbedaan sikap dalam urusan pemerintahan tidak selalu harus dimaknai sebagai konflik politik. Menurutnya, ketika menyangkut kepentingan masyarakat Samarinda, dirinya berkewajiban menyampaikan aspirasi daerah.

Hal itu termasuk persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) dan bantuan keuangan (Bangkeu).

“Saya hanya konsisten pada jalur pemerintahan,” tegasnya.

Andi Harun menilai pemerintah daerah harus memiliki keberanian menyuarakan kepentingan daerah ketika menyangkut hak dan kebutuhan pembangunan masyarakat.

“Kalau saya enggak bersuara, siapa yang mewakili Samarinda?” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perbedaan kepentingan politik tidak boleh menghambat perjuangan terhadap kebutuhan pembangunan daerah.

Ujian Sebenarnya Dimulai Setelah Musda

Musda XI Golkar Samarinda pada akhirnya bukan hanya menjadi forum untuk menentukan siapa yang akan memimpin organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum bagi Golkar untuk mengevaluasi sekaligus menentukan pola kerja politik menghadapi perubahan perilaku masyarakat.

Tantangan terbesar bagi kepengurusan baru justru akan dimulai setelah Musda berakhir. Partai dituntut membuktikan bahwa kehadirannya tidak hanya terasa menjelang pemilu, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kepercayaan publik harus dibangun melalui kerja yang konsisten, keterbukaan, integritas, dan kemampuan memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Andi Harun berharap seluruh pihak, termasuk kader dan pengurus partai politik, dapat mengambil peran dalam pembangunan Kota Samarinda.

“Saya berharap kita semua berkontribusi pada kemajuan Samarinda,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Danlanal Balikpapan Tinjau Bekapai, PHM Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Migas

10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

f34

HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Masyarakat Perkuat Kemandirian di Tengah Tantangan Ekonomi

10 Agustus 2026 - 22:00 WITA

f32

HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Kemerdekaan Dirasakan Lewat Keadilan dan Kesejahteraan

10 Agustus 2026 - 21:30 WITA

f31

HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” Diwujudkan dalam Kebijakan Nyata

10 Agustus 2026 - 21:00 WITA

f30

KUA 2027 Samarinda Belum Final, Pemkot Fokus Matangkan PAD dan Tunggu Kepastian Dana Transfer

10 Agustus 2026 - 20:30 WITA

f29

DPRD Samarinda Dorong PAD 2027 Tembus Rp1,5 Triliun, Jangan Bebani Masyarakat

10 Agustus 2026 - 20:00 WITA

f28
Trending di BERITA DAERAH