KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dinilai harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni dan slogan. Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian, daya saing, serta kemampuan mengelola potensi daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai semangat kedaulatan yang menjadi bagian dari tema HUT RI ke-81 harus diterjemahkan hingga ke tingkat daerah, termasuk Kota Samarinda.
Menurutnya, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan sektor energi dan pangan, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta kemampuan daerah menciptakan inovasi dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Jadi memang sesuai dengan tema HUT kita di tahun ini, salah satunya adalah berdaulat itu sendiri. Kita sesuai dengan mimpi dan harapan kita, terutama Pak Presiden, ingin berdaulat baik itu kemajuan tentang energi, pangan, dan teknologi,” ujar Novan, Minggu (9/8/2026).
Novan mengatakan, perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan. Daerah dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, pelayanan publik, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Samarinda memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan daerah. Namun, potensi tersebut membutuhkan keberanian, kreativitas, inovasi dan kebijakan yang mampu mendorong masyarakat serta pelaku usaha untuk berkembang.
Daerah Jangan Terus Bergantung Pada Pusat
Novan menegaskan, semangat kedaulatan akan sulit diwujudkan apabila pemerintah daerah masih terbiasa mengandalkan dukungan dan transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Karena itu, daerah perlu membangun kemampuan sendiri dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian tersebut.
“Hal ini juga mendorong kita di daerah untuk mampu berdaya saing dan mampu mengembangkan daerah tersebut. Bukan hanya berharap dari apa anggaran dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Ia menilai, ketergantungan terhadap anggaran pusat tidak boleh menjadi alasan bagi daerah untuk berhenti berinovasi. Justru keterbatasan anggaran harus mendorong pemerintah daerah mencari pola pembangunan yang lebih kreatif, efektif dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Samarinda Dituntut Keluar Dari Zona Nyaman
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda memiliki posisi strategis dalam perkembangan kawasan. Terlebih, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membuka berbagai peluang ekonomi dan investasi di wilayah Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut dinilai harus dimanfaatkan Samarinda untuk meningkatkan daya saing. Pemerintah kota tidak cukup hanya menjalankan program rutin, tetapi perlu menghadirkan terobosan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
Novan menyebut kreativitas dan inovasi harus menjadi bagian dari arah pembangunan Samarinda ke depan. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai kelompok lainnya perlu didorong untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya gagasan baru.
“Oleh karena itu perlu kreativitas dan inovasi dari daerah masing-masing, khususnya Kota Samarinda,” katanya.
Menurutnya, kedaulatan daerah pada akhirnya tidak hanya dapat diukur dari besarnya anggaran yang diterima, tetapi juga dari kemampuan daerah mengelola potensi dan menghasilkan kekuatan ekonomi sendiri.
Kemampuan menguasai teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan sektor ekonomi unggulan, serta menciptakan inovasi menjadi modal penting agar Samarinda mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
Kemerdekaan Harus Diisi Dengan Kemandirian
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 2026 pun dinilai menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap arah pembangunan daerah. Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai keberanian untuk berdiri di atas kemampuan sendiri.
Bagi Samarinda, semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dapat diwujudkan melalui pembangunan yang mendorong kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan potensi lokal.
Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan perayaan, tetapi menjadi momentum untuk membangun daerah yang semakin mandiri, inovatif dan berdaya saing, sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















