KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengevaluasi perjalanan bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Memasuki usia 81 tahun, Indonesia dinilai sudah semestinya berada pada fase kematangan sebagai sebuah negara dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, saat memberikan keterangan kepada awak media KumalaNews.id terkait makna HUT RI ke-81 yang mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Menurut Ismail, usia 81 tahun bukan lagi usia bagi sebuah negara untuk terus berkutat pada persoalan mendasar yang seharusnya dapat diselesaikan melalui pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
“Kalau kita bicara usia negara kita Indonesia sekarang sudah 81 tahun, seharusnya ketika berbicara usia 81 tahun itu sudah usia yang matang,” ujar Ismail, Minggu (9/8/2026).
Ia menilai, kematangan sebuah negara tidak semata-mata ditentukan oleh usia kemerdekaan. Ukuran yang lebih penting adalah kemampuan negara memberikan rasa aman, keadilan, kesejahteraan, serta kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan bangsa yang masih muncul hingga saat ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat.
“Masalah-masalah bangsa seharusnya sudah teratasi. Negara kita juga seharusnya sudah menjadi negara yang maju, tidak hanya kemudian negara berkembang,” tegasnya.
Kedaulatan Harus Diwujudkan Dengan Kemandirian
Ismail menilai tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam setiap peringatan kemerdekaan. Tema tersebut harus menjadi refleksi sekaligus arah dalam menentukan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
Menurutnya, kedaulatan harus dimaknai sebagai kemampuan Indonesia menentukan arah pembangunan dan kebijakannya sendiri. Negara harus memiliki kekuatan ekonomi, sumber daya manusia, teknologi serta sumber daya strategis agar tidak memiliki ketergantungan berlebihan terhadap negara lain.
“Kita berharap negara kita berdaulat, tidak terikat, tidak bergantung dengan negara lain, bisa menjadi negara yang mandiri,” katanya.
Ia menambahkan, kemandirian tersebut harus dibangun melalui penguatan berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, pendidikan, teknologi, pangan dan energi. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia dinilai akan lebih mampu menghadapi perubahan global dan menjaga kepentingan nasional.
Keadilan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Selain kedaulatan, Ismail menekankan pentingnya mewujudkan keadilan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan belum sepenuhnya memiliki makna apabila masih terdapat kesenjangan dalam memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, ekonomi dan kesejahteraan.
Keadilan, kata dia, harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan. Pemerataan pembangunan juga perlu terus diperkuat agar manfaat kemajuan negara tidak hanya dirasakan oleh kelompok atau wilayah tertentu.
“Keadilan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan keadilan yang bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, kemudian kemakmuran bisa tercapai,” tuturnya.
Menurut Ismail, kemakmuran merupakan hasil dari proses pembangunan yang menghadirkan kedaulatan dan keadilan secara bersamaan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
HUT RI Jadi Momentum Evaluasi
Memasuki HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 2026, Ismail berharap momentum tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Peringatan kemerdekaan harus menjadi kesempatan bagi seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat HUT RI ke-81 kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Samarinda.
Bagi Ismail, kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata untuk memastikan cita-cita para pendiri bangsa dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, menurutnya, harus menjadi tujuan bersama yang diwujudkan melalui kebijakan dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
“Insyaallah,” pungkasnya.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















