KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim), Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas TNI dan Polri.
Hal tersebut disampaikan Endar usai memimpin Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 bertajuk “Guyub Rukun Benua Etam Bersatu Menuju Indonesia” di GOR Stadion Sempaja, Samarinda, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, komunitas, organisasi kemasyarakatan (ormas), masyarakat adat hingga kelompok kepemudaan se-Kalimantan Timur.
Endar mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Benua Etam. Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah sebagai bagian dari penguatan kebersamaan masyarakat.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Endar.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting karena kondisi keamanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan aparat dalam melakukan penegakan hukum. Kepedulian warga terhadap lingkungan, komunikasi antarkelompok, serta kesediaan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Dalam apel tersebut, peserta juga membacakan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan lingkungan. Endar menyebut sekitar 30 komponen kelompok dan komunitas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui Apel Sabuk Kamtibmas dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan komunikasi.
“Kita selesaikan dengan musyawarah,” ujarnya.
Launching Unit Reaksi Cepat
Selain Apel Sabuk Kamtibmas, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Unit Reaksi Cepat (URC) jajaran reserse Polda Kaltim dan kepolisian wilayah jajaran.
Endar menjelaskan, pembentukan URC merupakan langkah untuk mempercepat respons kepolisian terhadap laporan maupun peristiwa tindak pidana yang terjadi di tengah masyarakat.
Tim tersebut nantinya disiapkan untuk bergerak lebih cepat ketika menerima informasi terkait kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian. Kehadiran URC diharapkan dapat memperpendek waktu respons sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika ada kejadian, tim ini berangkat lebih dulu,” jelas Endar.
Ia menegaskan, URC akan bekerja selama 24 jam. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110.
Menurut Endar, layanan tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah menghubungi kepolisian ketika membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami siap melayani 24 jam,” katanya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama serta penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Polda Kaltim turut menyalurkan sekitar dua ton beras kepada para peserta.
Angka Kejahatan Relatif Menurun
Terkait situasi kriminalitas di Kalimantan Timur, Endar menyampaikan bahwa secara kuantitatif angka kejahatan relatif mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak kriminal, khususnya kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Menurutnya, kejahatan 3C masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi karena berhubungan langsung dengan keamanan masyarakat dan lingkungan permukiman.
“Yang perlu kita waspadai adalah 3C,” ungkapnya.
Endar menilai upaya pemberantasan kejahatan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan setelah kejadian. Pencegahan juga harus diperkuat melalui kepedulian masyarakat, pengawasan lingkungan, serta komunikasi yang cepat antara warga dan aparat.
Karena itu, Kapolda Kaltim kembali mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu konflik.
Dengan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, ormas, pemuda, komunitas, dan masyarakat secara luas, Polda Kaltim optimistis situasi keamanan di Kalimantan Timur dapat terus dipertahankan agar tetap aman, kondusif, dan damai.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















