KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Fun Swimming Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan diselesaikan di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, Jalan Merapi RT 14, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (16/8/2026).
Penutupan kejuaraan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Ia mengapresiasi pelaksanaan kompetisi yang dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan sekaligus pengembangan potensi atlet renang usia pelajar di Kota Samarinda.
Saefuddin mengatakan, seluruh pertandingan telah berlangsung hingga tahap akhir dan para peserta berhasil menyelesaikan berbagai nomor yang dipertandingkan. Selain kategori umum, kejuaraan ini juga menghadirkan kelas prestasi sebagai wadah bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Alhamdulillah, seluruh pertandingan sudah selesai,” ujar Saefuddin kepada awak media Kumalanews.id.
Menurutnya, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga, termasuk pembinaan atlet muda. Namun, dukungan tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi dan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Karena itu, Saefuddin menilai kolaborasi dengan pihak swasta menjadi salah satu solusi untuk menjaga keberlangsungan kegiatan olahraga di tengah keterbatasan anggaran. Keberadaan Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, menurutnya, menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan swasta dalam menyediakan ruang bagi masyarakat serta atlet untuk beraktivitas dan berkompetisi.
“Ini bentuk kolaborasi yang baik dengan pihak swasta,” katanya.
Ia menjelaskan, dukungan dari Kebun Ndesa turut membantu penyelenggaraan kejuaraan, khususnya dalam penyediaan tempat kegiatan. Sinergi tersebut dinilai memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan olahraga.
Saefuddin menyebut pola kerja sama tersebut sebagai bentuk simbiosis mutualisme. Pemerintah dapat menjalankan fungsi pembinaan olahraga, sementara pihak swasta turut berkontribusi melalui dukungan terhadap fasilitas dan penyelenggaraan kegiatan.
“Intinya, simbiosis mutualisme,” ucapnya.
Ia berharap model kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan pada berbagai cabang olahraga lainnya. Dengan dukungan bersama, kegiatan kompetisi di Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial.
Saefuddin juga memberikan apresiasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda yang dinilai terus berupaya meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga daerah. Menurutnya, penguatan pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar atlet Samarinda mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga ke depan pembinaan atlet semakin baik,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















