KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di Kota Balikpapan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus mendorong peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (17/8/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Wali Kota Balikpapan, pimpinan dan anggota DPRD, Pj Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para ketua RT.
Salah satu rangkaian utama upacara ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh 39 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan. Para pelajar terpilih tersebut menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan tanggung jawab di hadapan peserta upacara.
Menurut Rahmad, keterlibatan pelajar sebagai Paskibraka menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus meneruskan semangat perjuangan para pendahulu bangsa.
Ia menegaskan, makna kemerdekaan harus terus diterjemahkan sesuai tantangan zaman. Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi nyata.
“Sekarang tugas kita mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian,” ujar Rahmad.
Menurutnya, kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan. Karena itu, semangat tersebut tidak boleh berhenti dalam seremoni peringatan setiap 17 Agustus, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan kota.
Rahmad juga mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta partisipasi dalam berbagai program pembangunan. Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jaga persatuan dan gotong royong,” katanya.
Generasi Muda dan Identitas Balikpapan
Selain upacara pengibaran bendera, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Balai Kota Balikpapan turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan tari. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga kekayaan budaya di tengah perkembangan kota.
Rahmad menilai pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pelestarian budaya serta penguatan identitas masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kota yang maju dan berkarakter.
Sebagai salah satu kota strategis di Kalimantan Timur sekaligus pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan menghadapi perkembangan dan peluang yang semakin besar. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar mampu mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.
Rahmad berharap anak muda Balikpapan dapat mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya serta identitas daerah. Kreativitas, pendidikan, prestasi, dan kepedulian sosial dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap masa depan kota.
Ia menegaskan pembangunan Balikpapan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda diperlukan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara luas.
“Bersama-sama kita bangun Balikpapan agar semakin maju,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Balikpapan pun menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan. Pengibaran Merah Putih bukan sekadar simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui kerja nyata, gotong royong, prestasi, dan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















