KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — TNI memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur dengan mengerahkan Tim Penyuluhan Karhutla dan Tim Alpha Karhutla.
Kedua tim tiba di Baseops Lanud Dhomber, Balikpapan, menggunakan pesawat TNI AU C-130H/A-1332, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 17.29 WITA.
Kedatangan tim disambut Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, bersama Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung, Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo, serta jajaran Asisten Kasdam VI/Mulawarman.
Setelah tiba, kedua tim langsung menuju lokasi penempatan masing-masing. Tim Penyuluhan Karhutla ditempatkan di Asrama Haji Balikpapan, sementara Tim Alpha Karhutla menuju Barak Dodikjur VI/Mulawarman untuk menjalankan tugas sesuai fungsi dan penanganan di lapangan.
Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan mengatakan, pengerahan Tim Penyuluhan Karhutla menjadi bagian dari strategi pencegahan untuk menekan potensi munculnya titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Menurutnya, personel yang diterjunkan tidak hanya bertugas memberikan edukasi, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama di wilayah yang memiliki potensi Karhutla.
“Pencegahan harus dilakukan sejak awal, dengan melibatkan masyarakat,” kata Andy.
Andy menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah api muncul. Upaya pencegahan melalui penyuluhan dan peningkatan kesadaran masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran, khususnya akibat aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Edukasi dan keterlibatan masyarakat harus diperkuat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, TNI mengerahkan 583 personel untuk mendukung upaya penanganan Karhutla di sejumlah wilayah. Kekuatan tersebut terdiri dari 50 perwira tinggi dan 533 perwira menengah dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI.
Selain Kalimantan Timur, personel juga dikerahkan ke sejumlah daerah yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi ancaman Karhutla, di antaranya Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, dan Kalimantan Utara.
Andy menambahkan, keberhasilan pencegahan Karhutla membutuhkan kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat. Sinergi diperlukan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi menjadi kunci,” katanya.
Kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla di Kalimantan Timur diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan serta mendorong kepedulian untuk menjaga lingkungan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan TNI kepada pemerintah dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang dapat meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
Dengan penguatan personel, edukasi, serta koordinasi lintas sektor, upaya pencegahan diharapkan mampu menekan munculnya titik api dan mencegah Karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















