Menu

Mode Gelap
Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

BERITA DAERAH · 12 Sep 2026 16:00 WITA ·

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Perumdam Samarinda Tetapkan Status Siaga


 Anggota DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menilai kondisi air bersih saat ini dipengaruhi kemarau panjang yang berdampak pada menurunnya ketersediaan air baku. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menilai kondisi air bersih saat ini dipengaruhi kemarau panjang yang berdampak pada menurunnya ketersediaan air baku. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Kota Samarinda. Perumdam Tirta Kencana Samarinda menetapkan status “Siaga” pelayanan air bersih menyusul dampak kemarau panjang yang menyebabkan debit air baku menurun dan kadar klorida atau salinitas di Sungai Mahakam meningkat.

Kondisi tersebut berdampak terhadap proses pengolahan air bersih di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA). Perumdam Tirta Kencana harus melakukan pengurangan jam operasional sementara pada delapan IPA, yakni IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, dan IPA Tirta Kencana.

Peningkatan kadar klorida di Sungai Mahakam menjadi salah satu kendala utama dalam pengolahan air baku. Kondisi salinitas yang sebelumnya berada pada level “Waspada” kini meningkat menjadi “Siaga”, sehingga pengolahan air harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi sumber air baku.

Perumdam menyatakan operasional normal delapan IPA tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi air baku kembali memenuhi persyaratan. Salah satu indikator utama yang menjadi acuan adalah kadar klorida yang harus turun hingga berada di bawah batas standar 250 ppm.

Dampak kondisi tersebut mulai dirasakan di sejumlah wilayah Samarinda, terutama kawasan yang sumber air bakunya bergantung pada Sungai Mahakam. Pengurangan jam operasional IPA berpotensi membuat tekanan dan kontinuitas distribusi air kepada pelanggan mengalami gangguan.

Kondisi ini mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda. Anggota DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menilai situasi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari faktor alam, terutama kemarau panjang yang menyebabkan kondisi sumber air baku menurun.

“Situasinya memang sulit karena kemarau panjang. Masyarakat harus bijak menghemat air,” ujar Samri, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, dalam situasi seperti ini diperlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Perumdam, DPRD hingga masyarakat. Langkah tersebut penting agar kebutuhan dasar warga tetap dapat dipenuhi meskipun pelayanan air bersih mengalami keterbatasan.

Samri juga mendorong pengaktifan Terminal Mandiri yang memanfaatkan sumur bor milik warga maupun pemilik sumber air. Selain itu, ia mendukung pemanfaatan Terminal Umum di masjid, musala maupun tempat ibadah yang memiliki kapasitas penampungan memadai sebagai titik distribusi air bersih bagi masyarakat.

Pengelolaan titik distribusi tersebut nantinya dapat dikoordinasikan oleh lurah, ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Koordinasi diperlukan agar pembagian air berlangsung tertib dan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

“Terminal IPA di Palaran, Bantuas, Pulau Atas, Makroman dan Sungai Kapih disiagakan untuk kebutuhan air minum dan memasak,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air di sejumlah titik tersebut, pengisian air menggunakan armada tangki dapat diajukan melalui ketua RT maupun lurah. Selanjutnya, permintaan tersebut dikoordinasikan dengan satuan tugas (Satgas) untuk menentukan penyaluran air sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Perumdam Tirta Kencana mengimbau pelanggan yang wilayahnya masih mendapatkan aliran air agar tidak menggunakan air secara berlebihan. Pelanggan juga diminta memanfaatkan kesempatan saat air mengalir untuk menampung secukupnya sebagai persediaan.

“Pelanggan yang masih dialiri air kami imbau menampung stok dan menghemat penggunaannya,” ungkapnya.

Penetapan status Siaga menjadi langkah antisipasi Perumdam dalam menghadapi kondisi sumber air baku yang belum stabil. Pemulihan pelayanan di sejumlah wilayah sangat bergantung pada kondisi Sungai Mahakam, terutama penurunan kadar salinitas hingga kembali berada pada batas yang memungkinkan proses pengolahan berjalan normal.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pemborosan air dan tetap memperhatikan kebutuhan warga lainnya. Solidaritas antarwarga dinilai penting, khususnya bagi masyarakat yang wilayah tempat tinggalnya mengalami gangguan distribusi.

Perumdam Tirta Kencana bersama pemerintah daerah dan DPRD Kota Samarinda akan terus memantau perkembangan kondisi air baku. Pengoperasian IPA akan disesuaikan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan kadar klorida dan kondisi debit air di Sungai Mahakam.

Krisis air yang terjadi saat ini bukan hanya dipengaruhi berkurangnya debit air akibat kemarau panjang, tetapi juga meningkatnya salinitas yang membuat pengolahan air baku menjadi lebih terbatas. Karena itu, penghematan penggunaan air, kesiapan distribusi melalui titik darurat, serta kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi Siaga tersebut.

Masyarakat berharap kondisi Sungai Mahakam segera membaik sehingga seluruh IPA dapat kembali beroperasi secara normal dan distribusi air bersih kepada pelanggan Samarinda berangsur pulih.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla

13 September 2026 - 11:00 WITA

i79

Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar

13 September 2026 - 10:00 WITA

i78

Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan

13 September 2026 - 09:00 WITA

i76

Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan

12 September 2026 - 18:00 WITA

i80

DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

12 September 2026 - 17:00 WITA

i75

Krisis Air Bersih Palaran Makin Parah, Warga Antre hingga Dini Hari

12 September 2026 - 15:00 WITA

i73
Trending di BERITA DAERAH