KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kodam VI Mulawarman menyiapkan ratusan sumber air sebagai langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino sekaligus mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).
Sebanyak 441 sumber air telah dipetakan dan tersebar di wilayah Kaltim dan Kaltara. Sumber air tersebut meliputi sungai, danau, sumur bor, serta sejumlah sumber lainnya yang dapat dimanfaatkan ketika kebutuhan air meningkat selama musim kemarau.
Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, mengatakan keberadaan ratusan sumber air tersebut menjadi salah satu cadangan penting untuk menghadapi dampak kemarau, termasuk mendukung penanganan karhutla yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
“Sumber air yang kami miliki berupa sungai, danau, sumur bor dan sumber lainnya,” kata Krido, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, seluruh sumber air tersebut terus dipantau untuk memastikan ketersediaan dan kondisi sumber air apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Pemanfaatannya tidak hanya untuk mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat kemarau.
“Bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat maupun penanganan karhutla,” ujarnya.
Selain menyiapkan sumber air, Kodam VI Mulawarman juga melakukan upaya lain menghadapi kondisi kemarau. Salah satunya melalui pelaksanaan salat istisqa pada 29 Agustus 2026 sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar hujan segera turun di tengah kondisi cuaca yang kering.
Krido menyebut, setelah pelaksanaan salat istisqa, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara. Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat sekitar 100 kejadian hujan di kedua provinsi tersebut.
“Alhamdulillah, ada sekitar 100 kali hujan di Kaltim dan Kaltara,” ucapnya.
Ia menambahkan, beberapa wilayah bahkan mengalami hujan dengan intensitas cukup deras. Curah hujan tertinggi tercatat pada 8 September 2026 dan turut membantu menjaga ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Meski hujan mulai turun, Kodam VI Mulawarman tetap mempertahankan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi cuaca serta ketersediaan sumber air. Langkah tersebut dinilai penting karena potensi karhutla masih dapat terjadi apabila kondisi kemarau kembali menguat.
Krido menegaskan, seluruh sumber air yang telah dipetakan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, terutama dalam kondisi darurat yang berkaitan dengan kekeringan maupun penanganan karhutla.
“Danau, sungai, sumur bor dan sumber air lainnya bisa kita manfaatkan,” pungkasnya.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















