Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Tinjau Progres Kawasan Legislatif IKN, Gedung DPD Capai 14,2 Persen IKN Jadi Arena Adu Inovasi 94 Tim Mahasiswa di KRTI 2026 Kodam VI/Mulawarman Gelar Bakti Kesehatan, Ratusan Warga Dapat Pemeriksaan Gratis Bazar TNI Hadirkan Sembako Murah dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kaltim-Kaltara Dinkes Balikpapan Pantau ISPA di Tengah Kabut Asap, Kasus Capai 4.125

BERITA DAERAH · 22 Sep 2026 15:00 WITA ·

Dinkes Balikpapan Pantau ISPA di Tengah Kabut Asap, Kasus Capai 4.125


 Sekretaris Dinkes Kota Balikpapan Elisabeth Rassi menyampaikan bahwa ISPA secara rutin masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan di Balikpapan. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Sekretaris Dinkes Kota Balikpapan Elisabeth Rassi menyampaikan bahwa ISPA secara rutin masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan di Balikpapan. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat dalam dua pekan terakhir.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Dinkes Balikpapan dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus ISPA tercatat sekitar 4.125 kasus. Meski menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan di fasilitas kesehatan, peningkatan kasus tersebut dinilai belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Sekretaris Dinkes Kota Balikpapan, Elisabeth Rassi, mengatakan ISPA secara rutin masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan di Balikpapan.

“Peningkatannya belum terlalu signifikan. ISPA memang selalu masuk dalam 10 penyakit terbanyak,” kata Elisabeth.

Pemantauan dilakukan secara rutin melalui 27 puskesmas dan 16 rumah sakit di Kota Balikpapan. Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan penyakit sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak kabut asap terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Elisabeth menyebut peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sekitar dua pekan terakhir, bersamaan dengan kondisi kabut asap yang semakin dirasakan di sejumlah wilayah Balikpapan.

“Peningkatan mulai terlihat sekitar dua minggu terakhir, saat dampak kabut asap mulai dirasakan,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Selain memantau kasus penyakit, Dinkes Balikpapan juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau kondisi kualitas udara.

Pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala, salah satunya melalui perangkat yang tersedia dalam sanitarian kit di puskesmas. Dari hasil pemantauan terakhir, kondisi kualitas udara di Balikpapan berada pada level sedang.

Meski demikian, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai paparan asap, terutama apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Penggunaan masker dianjurkan ketika kondisi asap sudah mengganggu aktivitas atau kualitas udara memburuk.

“Kami terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga imunitas, menerapkan PHBS, dan menggunakan masker jika asap sudah mengganggu aktivitas,” jelas Elisabeth.

Kasus Diare Akut Juga Dipantau

Selain ISPA, Dinkes Balikpapan turut memantau perkembangan kasus diare akut yang juga mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir.

Elisabeth menyebut kenaikan kasus diare masih relatif kecil, yakni sekitar 2,5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, angka tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Peningkatannya sekitar 2,5 persen dan belum terlalu signifikan,” ujarnya.

Kondisi cuaca kemarau turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ketersediaan air bersih serta kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.

Karena itu, masyarakat diimbau memastikan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tetap bersih. Kebersihan makanan dan minuman, khususnya yang dikonsumsi anak-anak, juga perlu menjadi perhatian.

“Kami berharap masyarakat tetap menggunakan air bersih dan tidak menurunkan penerapan PHBS selama musim kemarau,” kata Elisabeth.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta memastikan makanan dan jajanan yang dikonsumsi anak-anak terjaga kebersihannya.

Menurut Elisabeth, penerapan PHBS secara konsisten penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk diare, ISPA, dan penyakit kulit.

“PHBS perlu diterapkan setiap hari untuk mencegah diare, ISPA, penyakit kulit, dan penyakit lainnya,” tuturnya.

Dinkes Kota Balikpapan memastikan pemantauan kesehatan masyarakat akan terus dilakukan melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Koordinasi juga terus diperkuat agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan dan cuaca.

“Seluruh fasilitas kesehatan di Balikpapan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Koordinasi juga sudah dilakukan secara terpadu,” pungkas Elisabeth.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kodam VI/Mulawarman Gelar Bakti Kesehatan, Ratusan Warga Dapat Pemeriksaan Gratis

22 September 2026 - 16:00 WITA

k83

Bazar TNI Hadirkan Sembako Murah dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kaltim-Kaltara

22 September 2026 - 15:30 WITA

k82

Kabut Asap Karhutla Ganggu 409 Penerbangan di 18 Bandara Kalimantan

22 September 2026 - 14:30 WITA

k80

Kejari dan PWI Kukar Sepakat Bentuk FORWAKA, Perkuat Sinergi Pers dan Kejaksaan

22 September 2026 - 14:00 WITA

k78

Andi Harun Ungkap Penataan SOTK Samarinda Sudah 80 Persen, Target Berlaku di APBD 2027

22 September 2026 - 13:30 WITA

k77

Andi Harun Pastikan Kerja Sama dengan PT WATS Tak Dilanjutkan, Singgung Dugaan Pemberian

22 September 2026 - 13:00 WITA

k76
Trending di BERITA DAERAH