KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Pengurus Barisan Relawan Pemadam Kebakaran dan Kebencanaan (Balakarcana) Kota Samarinda Masa Bhakti 2026–2031 resmi dilantik dalam kegiatan yang digelar di kawasan Citra Niaga Samarinda, Minggu (27/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kesiapan relawan dalam membantu penanganan kebakaran dan berbagai kondisi kebencanaan di Kota Samarinda.
Usai pelantikan, Ketua Balakarcana Kota Samarinda, Sidiq Umardani, menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi fokus dalam kepengurusan lima tahun mendatang. Pembenahan struktur organisasi, kelengkapan administrasi anggota, hingga peningkatan perlindungan bagi relawan menjadi beberapa prioritas awal.
“Alhamdulillah, hari ini kami telah dilantik. Ini menjadi awal bagi kami untuk menjalankan amanah kepengurusan,” ujar Sidiq.
Ia mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah merapikan struktur organisasi di seluruh tingkatan. Selain itu, Balakarcana juga akan melengkapi Kartu Tanda Anggota (KTA) serta kepesertaan BPJS bagi para anggota sebagai bagian dari upaya memperkuat administrasi sekaligus perlindungan relawan.
“Pertama, struktur akan kami rapikan, termasuk KTA dan kepesertaan BPJS anggota,” katanya.
Selain pembenahan internal, Sidiq menegaskan Balakarcana akan memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, serta berbagai kondisi darurat lainnya.
“Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, terutama dalam penanganan karhutla, kebakaran permukiman, dan kondisi darurat lainnya,” jelasnya.
Peralatan Relawan Perlu Diperbarui
Di sisi lain, Sidiq menyoroti kondisi peralatan operasional yang digunakan relawan Balakarcana dalam menjalankan tugas di lapangan. Sejumlah peralatan dinilai telah berusia cukup lama sehingga membutuhkan perawatan, perbaikan, maupun pembaruan.
“Banyak peralatan yang perlu diperbarui dan dilengkapi,” ungkapnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kendaraan tangki yang telah digunakan selama hampir 10 tahun. Menurut Sidiq, usia armada tersebut membuat kebutuhan perawatan menjadi semakin besar agar tetap dapat digunakan secara optimal dalam mendukung kegiatan pemadaman.
“Kami memiliki mobil tangki yang sudah hampir 10 tahun, sehingga membutuhkan perawatan,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Balakarcana, terutama di tengah keterbatasan pendanaan dan kebijakan efisiensi. Karena itu, pihaknya berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, maupun pihak swasta dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kebencanaan.
“Kondisi efisiensi membuat pendanaan relawan ikut terbatas. Karena itu, kami berharap ada pihak yang ikut memperhatikan,” tuturnya.
Sidiq juga berharap kebutuhan peralatan operasional Balakarcana ke depan dapat dipenuhi melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesiapan unit-unit relawan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan ada dukungan dari DPRD maupun wali kota melalui kerja sama dengan pemerintah dan pihak lainnya,” katanya.
Balakarcana Miliki 24 Kesatuan
Dari sisi organisasi, Sidiq menyebut Balakarcana Kota Samarinda saat ini telah memiliki sekitar 24 kesatuan yang tersebar di sejumlah kecamatan dan kelurahan. Sementara itu, kepengurusan Balakarcana Masa Bhakti 2026–2031 terdiri dari hampir 80 orang.
“Alhamdulillah, saat ini sudah terbentuk sekitar 24 kesatuan di kecamatan dan kelurahan. Untuk kepengurusan periode 2026–2031 hampir 80 orang,” jelasnya.
Menurut Sidiq, keberadaan unit-unit tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung respons cepat di wilayah masing-masing. Dengan personel yang tersebar, Balakarcana diharapkan mampu membantu masyarakat secara lebih cepat ketika terjadi kebakaran maupun kondisi kebencanaan.
Ia pun mengajak seluruh unit untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan memperkuat koordinasi di wilayah masing-masing. Tidak hanya melakukan pemadaman, relawan juga diharapkan aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
“Semoga seluruh unit semakin bersemangat membantu masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta karhutla,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















