Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

BERITA DAERAH · 29 Sep 2026 18:00 WITA ·

DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi


 Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, menyebut TPS 3R tak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaannya. Foto: Indirwan. Perbesar

Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, menyebut TPS 3R tak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaannya. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Hingga 2026, tercatat sekitar delapan TPS 3R telah dibangun maupun dikembangkan di sejumlah wilayah Kabupaten Kukar. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Loa Kulu, Muara Muntai, dan Kembang Janggut.

Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, mengatakan keberadaan TPS 3R tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya.

“Untuk tahun ini sudah sekitar delapan TPS 3R. Di antaranya di Loa Kulu, Muara Muntai, dan Kembang Janggut,” ujar Taupiq, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, sampah yang masuk ke TPS 3R terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah plastik dan material lain yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang atau dijual kembali.

Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Dengan pemilahan dan pengolahan di tingkat TPS 3R, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang selanjutnya diarahkan ke tempat pembuangan.

Salah satu TPS 3R yang dinilai cukup berkembang berada di Kecamatan Loa Kulu. TPS tersebut bahkan mampu mengolah sampah hingga sekitar lima ton dalam satu kali operasi.

Taupiq menjelaskan, sebagian sampah yang memiliki nilai ekonomis langsung dipasarkan, sementara material tertentu diolah menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual.

“Di Loa Kulu, sebagian diolah menjadi paving block. Sampah yang bernilai ekonomis juga dijual,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengelolaan TPS 3R di Loa Kulu juga melibatkan masyarakat setempat. Warga yang terlibat dalam kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah memperoleh penghasilan dari aktivitas tersebut.

Taupiq menyebut, pengelolaan yang dilakukan secara aktif dapat memberikan pendapatan bersih hingga sekitar Rp8 juta sampai Rp9 juta per bulan bagi pengelola.

“Pengelolanya bisa mendapatkan sekitar Rp8 juta sampai Rp9 juta bersih dalam sebulan,” ungkapnya.

Sementara sampah yang tidak memiliki nilai jual atau residu juga diupayakan tidak langsung dibuang. Sebagian residu diproses lebih lanjut melalui pembakaran, kemudian hasil pengolahannya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk pembuatan produk seperti paving block.

Menurut Taupiq, pola tersebut membuat volume sampah yang akhirnya masuk ke tempat pembuangan dapat ditekan. Pengolahan residu dilakukan secara berkala setelah material terkumpul dalam jumlah tertentu agar prosesnya lebih efisien.

“Di Loa Kulu, sampah yang masuk ke tempat pembuangan sangat sedikit. Residu hasil pengolahan juga dimanfaatkan untuk paving block,” katanya.

Keberhasilan TPS 3R Loa Kulu diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Kukar dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

DLHK Kukar mendorong agar pengelolaan TPS 3R di berbagai kecamatan dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya mengurangi persoalan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah.

“Kita berharap semuanya bisa seperti yang ada di Loa Kulu dan terus berjalan,” tutur Taupiq.

Ia menambahkan, TPS 3R Loa Kulu saat ini juga menjadi salah satu lokasi yang dijadikan percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sejumlah pihak dari luar daerah maupun instansi pemerintah telah melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan yang diterapkan.

Menurutnya, DLHK Kukar juga mengarahkan pihak yang ingin melakukan studi tiru pengelolaan sampah untuk mengunjungi TPS 3R tersebut karena dinilai memiliki sistem pengolahan yang cukup baik.

“Kalau ada yang ingin studi tiru, kita arahkan ke Loa Kulu. Kemarin juga ada kunjungan dari Kemendagri dan Bappenas,” pungkasnya.

Melalui pengembangan TPS 3R, DLHK Kukar menargetkan pengelolaan sampah dapat dilakukan semakin dekat dengan sumbernya. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, sistem tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September

29 September 2026 - 20:00 WITA

l34

KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka

29 September 2026 - 19:00 WITA

l33

Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan

29 September 2026 - 17:00 WITA

l31

Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

29 September 2026 - 16:00 WITA

l30

Bacitra Akan Perluas Rute ke Balikpapan Timur dan Utara, Tunggu Handover 2027

29 September 2026 - 15:00 WITA

l29

DPRD Samarinda Dukung Pemekaran Kecamatan Samarinda Utara, Terkendala Jumlah Kelurahan

29 September 2026 - 13:00 WITA

l27
Trending di BERITA DAERAH