KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam beberapa bulan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat lebih dari 50 kejadian kebakaran lahan sejak Agustus hingga akhir September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah kawasan, terutama wilayah timur, barat, dan selatan. Dalam kondisi tertentu, petugas bahkan menerima laporan hingga enam kejadian kebakaran dalam sehari.
“Sejak Agustus sampai sekarang, sudah lebih dari 50 kali kebakaran lahan,” kata Usman, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, wilayah timur menjadi salah satu kawasan yang cukup sering mengalami kebakaran lahan. Kondisi tersebut menjadi lebih sulit ditangani karena sejumlah titik api berada jauh di dalam kawasan vegetasi dengan medan yang tidak mudah dijangkau kendaraan pemadam.
Kendaraan pembawa pasokan air juga tidak selalu dapat mendekati lokasi kebakaran. Petugas terpaksa mencari akses alternatif untuk mencapai titik api, bahkan pada lokasi tertentu pemadaman dilakukan menggunakan peralatan manual.
“Medannya kadang cukup berat dan tidak bisa dilewati kendaraan pembawa air. Saat angin kencang, api juga bisa muncul kembali,” ujar Usman.
Luas lahan yang terbakar dalam setiap kejadian bervariasi. BPBD mencatat terdapat sejumlah lokasi dengan luasan kebakaran mencapai sekitar dua hingga empat hektare.
Usman menjelaskan, kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api meluas. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak menuju lokasi.
Namun, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri ketika titik api berada di bagian dalam kawasan yang sulit dijangkau. Karena itu, penanganan kebakaran lahan membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak.
“BPBD bersinergi dengan perusahaan dan unsur lainnya untuk melakukan pemadaman,” katanya.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD Balikpapan menggandeng TNI-Polri serta perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Dukungan dari perusahaan antara lain berupa penyediaan pasokan air dan pengerahan kendaraan pemadam untuk membantu petugas menjangkau titik api.
Di wilayah timur, sejumlah perusahaan membantu menyediakan air untuk mendukung proses pemadaman. Sementara di wilayah barat, termasuk kawasan Kariangau Kilometer 13, perusahaan di sekitar lokasi turut mengerahkan kendaraan pemadam.
Selain memperkuat penanganan di lapangan, BPBD juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Sebab, beberapa titik api diketahui bermula dari sisi jalan sebelum kemudian menjalar ke kawasan vegetasi.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan.
“Jangan melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar tanpa pengawasan,” tegas Usman.
BPBD berharap kesadaran masyarakat dapat membantu menekan munculnya titik api baru. Kewaspadaan juga diperlukan karena kondisi angin yang cukup kuat berpotensi membuat api kembali membesar meskipun sebelumnya telah berhasil dipadamkan.
Dengan tingginya kejadian kebakaran lahan dan kondisi medan yang sulit di sejumlah lokasi, BPBD menekankan pentingnya laporan cepat, respons bersama, serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















