KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus mendorong optimalisasi partisipasi daerah (PI) untuk memperkuat pendapatan daerah dari sektor minyak dan gas bumi (migas).
Langkah tersebut dilakukan di tengah tren penerimaan daerah dari PI migas yang secara bertahap mengalami penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh produksi dua blok migas yang saat ini masih beroperasi, namun menunjukkan kecenderungan penurunan produksi.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah terus mencermati perkembangan penerimaan PI sekaligus mencari peluang baru untuk menjaga kontribusi sektor migas terhadap pendapatan daerah.
“Secara data serial, pendapatan PI kita memang gradual semakin menurun,” ujar Aulia, Kamis (1/10/2026).
Menurut Aulia, salah satu peluang yang tengah diupayakan adalah keterlibatan Kukar dalam PI pada blok migas yang dikelola perusahaan energi asal Italia, Ente Nazionale Idrocarburi (ENI), khususnya pada sektor gas.
Pemkab Kukar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini berupaya memperoleh kesempatan keterlibatan daerah pada blok tersebut. Jika terealisasi, PI dari blok baru diharapkan dapat menjadi sumber tambahan penerimaan sekaligus memperluas peran daerah dalam pengelolaan potensi migas.
“Harapan kita, dengan adanya blok baru ini bisa meningkatkan lagi PI kita,” katanya.
Selain mengejar tambahan PI, Pemkab Kukar juga mulai mendorong perubahan pola keterlibatan daerah dalam bisnis migas. Pemerintah daerah tidak ingin hanya menerima manfaat dari kegiatan migas, tetapi juga berupaya mengambil peran lebih aktif melalui badan usaha milik daerah.
Aulia menilai, perusahaan daerah memiliki peluang untuk terlibat dalam kegiatan usaha migas sesuai dengan ketentuan dan ruang usaha yang tersedia. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan efek ungkit yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita berharap PI ke depan bukan hanya pasif, tetapi menjadi pelaku aktif di sektor migas,” tegasnya.
Ia menambahkan, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadapi tren penurunan produksi migas yang berdampak langsung terhadap penerimaan PI. Karena itu, penguatan peran badan usaha daerah dinilai penting agar potensi ekonomi sektor migas tetap memberikan manfaat yang lebih luas bagi Kukar.
“Tren migas kita semakin turun, sehingga pendapatan PI juga ikut turun. Kita berharap pemerintah daerah bisa terlibat aktif melalui badan usaha,” pungkas Aulia.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















