KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Festival Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya dan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pariwisata daerah.
Anggota DPRD Kukar, Hendra, menilai tingginya antusiasme masyarakat selama rangkaian Festival Erau menjadi stimulus bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas usaha. Kehadiran masyarakat dan wisatawan yang datang menikmati berbagai agenda budaya turut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka.
“Dari sisi ekonomi kreatif, dampaknya sangat positif. UMKM terbantu karena banyak pengunjung yang datang,” ujar Hendra, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, keberadaan UMKM menjadi salah satu sektor yang langsung merasakan manfaat dari penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar. Perputaran masyarakat selama festival berlangsung dinilai turut mendorong transaksi pada berbagai usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Hendra menyebut, kondisi tersebut menjadi semakin penting seiring adanya perubahan struktur perekonomian daerah yang selama ini cukup banyak dipengaruhi aktivitas pertambangan. Karena itu, pengembangan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Erau menjadi stimulus agar UMKM kembali bergeliat,” katanya.
Ia menjelaskan, sektor kebudayaan, pariwisata, dan UMKM memiliki keterkaitan yang erat. Kegiatan budaya yang mampu menarik banyak pengunjung dapat memberikan dampak berantai terhadap sektor pariwisata sekaligus membuka ruang pemasaran bagi pelaku UMKM.
“Budaya, pariwisata, dan UMKM saling menopang,” jelasnya.
Karena itu, Hendra berharap pelaksanaan Erau yang digelar setiap tahun dapat terus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus mengembangkan inovasi. Menurutnya, momentum festival seharusnya tidak hanya dimanfaatkan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produknya.
Ia juga mendorong agar geliat usaha yang muncul selama Erau dapat dipertahankan setelah seluruh rangkaian festival berakhir. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut dapat dirasakan dalam jangka lebih panjang oleh masyarakat Kukar.
“Harapannya, setelah Erau UMKM tetap eksis dan terus berinovasi,” ujarnya.
Selain dampak ekonomi, Hendra turut menyoroti kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat dan pelaku usaha. Termasuk adanya potensi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño. Ia berharap kondisi tersebut tidak mengganggu keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kukar.
“Kita berharap kondisi kemarau tidak berdampak terhadap UMKM,” pungkasnya.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam Festival Erau, kegiatan tahunan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya daerah, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif serta memberikan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
ADV DPRD Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2026

















