Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 14 Okt 2026 11:30 WITA ·

PJJ Hari Pertama di Balikpapan Berjalan Lancar, Disdikbud Pantau Kesiapan Sekolah


 Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, bersama tim memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah SD dan SMP, Rabu (14/10/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pembelajaran berjalan lancar di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, bersama tim memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah SD dan SMP, Rabu (14/10/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pembelajaran berjalan lancar di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada hari pertama, Rabu (14/10/2026), berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. Pemantauan dilakukan di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) menyusul memburuknya kualitas udara akibat paparan kabut asap yang masuk kategori tidak sehat.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, bersama tim meninjau sejumlah sekolah untuk memastikan kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam menjalankan pembelajaran dari jarak jauh. Sekolah yang dikunjungi antara lain SMP Negeri 1, SMP Negeri 7, SMP Negeri 14, SMP Negeri 24, serta SD Negeri 15 Balikpapan.

Saat meninjau SMP Negeri 1 Balikpapan, Irfan didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan PJJ sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun siswa tidak datang ke sekolah.

Irfan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah sekolah, pelaksanaan pembelajaran pada hari pertama berjalan baik. Ia menyebut kesiapan guru dan dukungan sarana pembelajaran menjadi faktor penting agar proses belajar dari rumah tetap berjalan efektif.

“Fokus kami memastikan PJJ berjalan dengan baik. Dari tujuh sekolah yang kami kunjungi sejak pagi, semuanya berjalan lancar tanpa kendala teknis,” ujar Irfan.

Dalam skema PJJ, guru tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dari sekolah, sedangkan siswa mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing. Meski tidak mengikuti pembelajaran tatap muka, siswa tetap diminta mengenakan seragam lengkap sebagaimana saat bersekolah secara normal.

Menurut Irfan, kebijakan tersebut merupakan langkah perlindungan pemerintah kota untuk mengurangi risiko paparan polusi udara terhadap peserta didik. Terlebih, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.

“PJJ ini merupakan langkah perlindungan pemerintah kota untuk menjaga kesehatan anak-anak karena kualitas udara sedang tidak sehat,” jelasnya.

Kebijakan tersebut didukung hasil pemantauan kualitas udara di Balikpapan. Berdasarkan data UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Balikpapan, pada 12 Oktober 2026 pukul 11.00 Wita, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Balikpapan Baru mencapai 113 atau masuk kategori tidak sehat. Parameter pencemar yang dominan adalah PM2,5, yakni partikel halus yang dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan.

Hasil pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Balikpapan di kawasan Sepinggan pada hari yang sama juga menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. ISPU tercatat sebesar 101, dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 108 mikrogram per meter kubik dan PM10 sebesar 146 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota Balikpapan mengalihkan pembelajaran tatap muka ke PJJ pada 14–16 Oktober 2026. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 100.3.4.3/2590/E/SETDA yang ditetapkan pada 12 Oktober 2026.

Perpanjangan PJJ Menunggu Perkembangan Kualitas Udara

Irfan menegaskan, pelaksanaan PJJ tidak otomatis diperpanjang setelah masa tiga hari berakhir. Disdikbud akan mengevaluasi perkembangan kualitas udara sebagai dasar menentukan apakah kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka.

“Kami akan melihat perkembangan kualitas udara selama tiga hari ini. Mudah-mudahan kondisinya terus membaik sehingga siswa bisa kembali belajar langsung di sekolah,” katanya.

Dengan demikian, keputusan mengenai pola pembelajaran selanjutnya akan mempertimbangkan kondisi udara dan aspek perlindungan kesehatan peserta didik. Disdikbud juga terus memantau pelaksanaan PJJ agar kegiatan pendidikan tetap berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, Disdikbud berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Koordinasi lanjutan akan dilakukan menjelang kemungkinan siswa kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

SMP Negeri 1 Pastikan 1.236 Siswa Belajar dari Rumah

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Balikpapan, Untung Wahyudi, mengatakan sebanyak 1.236 siswa di sekolah tersebut mengikuti PJJ dari rumah. Ia memastikan pelaksanaan pembelajaran pada hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Menurut Untung, pengalaman sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19 membantu guru dan pihak sekolah beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring. Begitu surat edaran wali kota diterima, sekolah segera menyampaikan informasi kepada siswa untuk diteruskan kepada orang tua.

“Alhamdulillah, pelaksanaan PJJ sejauh ini berjalan lancar. Kami juga meminta orang tua membantu mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah,” ujar Untung.

Ia menambahkan, sekolah berupaya memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran sesuai jadwal dengan memanfaatkan perangkat dan sarana yang tersedia. Dukungan orang tua dinilai penting agar siswa tetap disiplin dan dapat mengikuti materi pelajaran dengan baik.

Disdikbud Kota Balikpapan selanjutnya akan terus mengevaluasi pelaksanaan PJJ, baik dari sisi kelancaran proses belajar mengajar maupun perkembangan kualitas udara. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH