KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan mendorong pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan kader PKK hingga tingkat dasawisma. Langkah ini dilakukan untuk memperluas edukasi kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala TBC, serta mendorong pemeriksaan dini dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Upaya tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., dalam kegiatan sosialisasi pencegahan TBC dan pembentukan Kelurahan Siaga TBC yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Sabtu (17/10/2026).
Nurlena mengatakan, keterlibatan kader PKK hingga tingkat lingkungan rumah tangga menjadi salah satu kunci keberhasilan penanggulangan TBC. Para kader dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan secara langsung dan menjangkau keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Menurutnya, penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Dukungan masyarakat, khususnya kader PKK, diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penularan, mengenali gejala sejak dini, serta mendorong warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Jika kader aktif, sosialisasi bisa menjangkau lebih banyak masyarakat. Data dan perkembangan pengobatan juga dapat dipantau melalui koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Nurlena.
Ia menjelaskan, setiap kader berpotensi menjangkau sekitar 20 rumah di wilayah kerjanya. Jangkauan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai gejala TBC, pentingnya pemeriksaan medis, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta dukungan kepada pasien agar menyelesaikan pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Nurlena menegaskan, pembentukan Kelurahan Siaga TBC harus diwujudkan melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar sosialisasi atau seremoni. Karena itu, diperlukan koordinasi antara kader PKK, pemerintah kelurahan, kecamatan, puskesmas, dan tenaga kesehatan agar program berjalan efektif hingga tingkat masyarakat.
“Jangan hanya berhenti di dalam ruangan. Kita harus turun langsung ke lapangan agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Tekan Stigma dan Dorong Kepatuhan Pengobatan
Selain memperluas edukasi, Nurlena menyoroti stigma negatif terhadap penderita TBC yang masih menjadi salah satu hambatan dalam penanggulangan penyakit tersebut. Sebagian masyarakat masih enggan memeriksakan diri karena khawatir mendapat penilaian buruk dari lingkungan sekitar.
Padahal, pemeriksaan sejak dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk membantu proses penyembuhan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengucilkan pasien, melainkan memberikan dukungan agar mereka berani mengakses layanan kesehatan.
Persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Pasien TBC harus mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan hingga pengobatan dinyatakan selesai, meskipun gejala yang dirasakan mulai berkurang.
“Ketika batuk mulai hilang, jangan langsung menganggap sudah sembuh. Pengobatan harus tetap dijalani sampai selesai sesuai petunjuk tenaga kesehatan,” katanya.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan berperan sebagai pendamping yang memberikan edukasi dan dukungan moral kepada pasien beserta keluarganya. Pendekatan yang baik diperlukan agar pasien tidak merasa dikucilkan dan tetap termotivasi menjalani pengobatan hingga tuntas.
Nurlena juga mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan rumah memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang memadai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko penularan TBC di lingkungan keluarga dan permukiman.
Melalui pembentukan Kelurahan Siaga TBC, TP PKK Balikpapan berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tersebut semakin meningkat. Program ini juga diharapkan memperkuat keterlibatan keluarga dan lingkungan dalam mendukung pasien memperoleh layanan kesehatan yang tepat.
IDI Balikpapan Siapkan Layanan Kesehatan Gratis
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, mengatakan kegiatan sosialisasi dan pembentukan Kelurahan Siaga TBC merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, IDI Balikpapan menjadwalkan pelayanan kesehatan dan konsultasi gratis pada Minggu (25/10/2026) di Dome Balikpapan. Kegiatan ini akan melibatkan dokter dari berbagai bidang spesialisasi, antara lain penyakit dalam, mata, kulit, kandungan, telinga hidung tenggorokan (THT), paru, dan bedah.
Selain konsultasi, panitia merencanakan pemeriksaan penunjang melalui kolaborasi dengan sejumlah laboratorium. Bantuan kacamata gratis dalam jumlah terbatas juga disiapkan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan program.
Andi Sri Juliarty mengajak para camat, lurah, dan kader PKK untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan tersebut agar masyarakat yang membutuhkan dapat mengetahui dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Informasi pendaftaran konsultasi akan disampaikan melalui tautan yang dibagikan panitia.
Kegiatan itu juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan sosial dan kesehatan.
Dalam kesempatan yang sama, IDI Cabang Balikpapan menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 masker kepada TP PKK Kota Balikpapan untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi antara TP PKK, IDI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap edukasi serta pelayanan kesehatan. Dengan keterlibatan kader hingga tingkat dasawisma, upaya pencegahan dan penanggulangan TBC di Kota Balikpapan diharapkan semakin terarah, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak keluarga.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















