KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran Duta Generasi Berencana (Genre) sebagai konselor sebaya dalam memberikan edukasi kepada remaja. Upaya ini difokuskan pada pencegahan penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, dan pernikahan dini, sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting.
Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan Duta Genre memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan menjadi teladan bagi teman-teman seusianya, terutama di lingkungan sekolah. Pendekatan melalui sesama remaja dinilai dapat membuat pesan edukasi lebih mudah diterima karena disampaikan dengan bahasa dan cara komunikasi yang dekat dengan kehidupan mereka.
Menurutnya, para Duta Genre berasal dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang dibentuk di sekolah-sekolah. Melalui wadah tersebut, para remaja memperoleh pembinaan dan informasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda sebelum dipilih menjadi perwakilan untuk menjalankan misi edukasi kepada teman sebaya.
“Tugas mereka menjadi konselor sebaya sekaligus teladan bagi teman-temannya di sekolah melalui PIK-R. Mereka membawa misi pencegahan narkoba, seks bebas, dan pernikahan dini,” ujar Sri Lindawati, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, edukasi kepada remaja tidak hanya bertujuan membentuk perilaku yang sehat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan. Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan berkeluarga, serta perencanaan masa depan perlu diberikan sejak dini agar remaja mampu mengambil keputusan yang tepat.
Sri menilai, pernikahan dini dapat meningkatkan risiko persoalan kesehatan apabila pasangan belum memiliki kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan yang memadai. Kehamilan pada usia terlalu muda juga memerlukan perhatian khusus karena dapat disertai berbagai risiko kesehatan bagi ibu maupun bayi.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Selain itu, kehamilan yang tidak direncanakan dan disembunyikan dapat menyebabkan keterlambatan pemeriksaan kehamilan serta akses terhadap layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang dibutuhkan.
“Pencegahan stunting perlu dimulai dari perencanaan yang baik. Pernikahan dini berisiko menimbulkan persoalan kesehatan apabila calon orang tua belum siap secara fisik maupun mental,” jelasnya.
Karena itu, DP2KB Kukar mendorong penguatan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu remaja memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Dalam pelaksanaannya, pembinaan dilakukan melalui PIK-R di sekolah dengan melibatkan petugas penyuluh keluarga berencana (PKB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB). Para petugas mendampingi kegiatan edukasi sekaligus membantu meningkatkan kapasitas remaja agar mampu menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.
Remaja yang terpilih menjadi Duta Genre kemudian mendapatkan pembekalan tambahan untuk memperkuat kemampuan komunikasi, konseling sebaya, dan advokasi. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan pesan pencegahan serta menjadi contoh positif bagi remaja lainnya.
DP2KB Kukar selanjutnya menyelenggarakan seleksi Duta Genre tingkat kabupaten untuk menjaring perwakilan terbaik yang akan mengikuti pemilihan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Proses ini menjadi salah satu upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam menyukseskan program pembangunan keluarga dan kependudukan.
Sri Lindawati mengungkapkan, perwakilan Duta Genre Kukar berhasil menorehkan prestasi pada ajang tingkat provinsi tahun ini. Peserta putra meraih penghargaan kategori Best Advocacy, sedangkan peserta putri memperoleh gelar Duta Forum.
“Alhamdulillah, perwakilan Duta Genre Kukar berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi. Peserta putra mendapatkan Best Advocacy, sementara peserta putri meraih gelar Duta Forum,” ungkapnya.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi remaja lainnya untuk aktif mengikuti kegiatan PIK-R dan berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting agar edukasi tidak hanya berhenti pada kegiatan formal, tetapi juga menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari.
Melalui penguatan peran Duta Genre dan PIK-R, DP2KB Kukar berharap semakin banyak remaja memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan perilaku seksual berisiko, serta dampak pernikahan dini. Upaya ini sekaligus diharapkan mendukung kesiapan generasi muda dalam membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan berkontribusi terhadap percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















