Menu ✖

Mode Gelap
Rahmad Mas’ud Lepas Timnas Bola Tangan Putri Indonesia ke IHF Nation Trophy Thailand Rahmad Mas’ud Lepas Kontingen Bapor KORPRI Balikpapan ke PORPROV IV Kaltim 2026 Terkendala Kemarau, Kawasan Pertanian Terpadu Kukar Dilanjutkan pada 2027 Rahmad Mas’ud Serahkan SK Pensiun ASN Balikpapan, Apresiasi Dedikasi Puluhan Tahun Sekda Kukar Minta Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 Lebih Inovatif dan Berdampak

BERITA DAERAH · 19 Okt 2026 17:00 WITA ·

Terkendala Kemarau, Kawasan Pertanian Terpadu Kukar Dilanjutkan pada 2027


 Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan pengembangan kawasan pertanian terpadu dilakukan bertahap. Kemarau panjang dan keterbatasan air menjadi kendala dalam mendukung aktivitas pertanian, edukasi, serta pengembangan usaha. Foto: Indirwan. Perbesar

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan pengembangan kawasan pertanian terpadu dilakukan bertahap. Kemarau panjang dan keterbatasan air menjadi kendala dalam mendukung aktivitas pertanian, edukasi, serta pengembangan usaha. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melanjutkan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu, dan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang. Meski bangunan utama di kedua lokasi telah rampung, peresmian kawasan tersebut masih menunggu kelengkapan sarana pendukung dan kondisi lapangan yang lebih memadai.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan pengembangan kedua kawasan dilakukan secara bertahap untuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat menunjang berbagai aktivitas pertanian, edukasi, dan pengembangan usaha. Selain keterbatasan sarana, kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut turut menghambat kegiatan, terutama akibat terbatasnya ketersediaan air.

“Peresmian belum kami laksanakan karena masih ada sarana pendukung yang perlu dilengkapi. Kemarau panjang juga mengganggu aktivitas di lapangan, terutama karena keterbatasan sumber air,” ujar Ananias, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, pemenuhan fasilitas pendukung akan dilanjutkan pada 2027. Langkah tersebut diperlukan agar kedua KPT dapat berfungsi secara optimal dan dimanfaatkan sesuai dengan konsep pengembangan kawasan pertanian terpadu.

Menurut Ananias, KPT di Sumbersari dan Karang Tunggal tidak hanya dirancang sebagai lokasi budidaya pertanian, tetapi juga sebagai pusat pengembangan agroindustri, agroteknologi, agribisnis, hingga agrowisata. Melalui konsep ini, kawasan tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai kegiatan pertanian dari hulu hingga hilir.

Ke depan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kawasan untuk mempelajari proses budidaya, pengolahan hasil pertanian, pengemasan produk, hingga pengembangan pemasaran. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga berpeluang diolah menjadi produk bernilai tambah.

Selain mendukung produktivitas petani, keberadaan KPT diharapkan menjadi sarana edukasi dan pelatihan bagi masyarakat maupun pelajar untuk mengenal teknologi serta inovasi di sektor pertanian. Pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi pertanian daerah.

Dalam proses pengembangannya, Disketapang Kukar turut membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi guna memperkuat penerapan teknologi dan inovasi pertanian. Sejumlah perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama, di antaranya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Mulawarman (Unmul), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ananias mengatakan, mahasiswa yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diarahkan untuk berkegiatan di kedua lokasi tersebut. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan gagasan, teknologi, maupun inovasi yang bisa diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan kawasan.

“Kami bekerja sama dengan Unikarta, Unmul, dan UGM. Mahasiswa KKN kami arahkan ke lokasi KPT agar inovasi yang mereka hasilkan berpeluang dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa UGM sebelumnya telah melaksanakan kegiatan KKN di kawasan tersebut. Selain itu, Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar juga pernah menghadiri kegiatan diseminasi teknologi di lokasi KPT sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan mendorong penerapan inovasi pertanian.

Meski demikian, pemanfaatan kedua kawasan secara maksimal masih bergantung pada penyelesaian fasilitas pendukung dan kesiapan kondisi lapangan. Ketersediaan air menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan, khususnya saat musim kemarau.

Disketapang Kukar berharap, kelanjutan pengembangan pada 2027 dapat memperkuat fungsi KPT di Desa Sumbersari dan Desa Karang Tunggal sebagai pusat produksi, edukasi, dan pengembangan usaha pertanian terpadu.

Melalui pengembangan tersebut, kedua kawasan diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas petani, memperluas penerapan teknologi, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Lepas Timnas Bola Tangan Putri Indonesia ke IHF Nation Trophy Thailand

19 Oktober 2026 - 19:00 WITA

o18

Rahmad Mas’ud Lepas Kontingen Bapor KORPRI Balikpapan ke PORPROV IV Kaltim 2026

19 Oktober 2026 - 18:00 WITA

o17

Rahmad Mas’ud Serahkan SK Pensiun ASN Balikpapan, Apresiasi Dedikasi Puluhan Tahun

19 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o16

Sekda Kukar Minta Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 Lebih Inovatif dan Berdampak

19 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o13

Pemkot Balikpapan Buka Peluang Pembangunan SPBU Baru, Tiga Lokasi Dibidik pada 2028

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o14

Dispora Kukar Gandeng LPKA Tenggarong, Perkuat Pembinaan dan Kemandirian Anak Binaan

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o12
Trending di BERITA DAERAH