Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 24 Okt 2026 14:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Ajak Perusahaan Ikut Lestarikan Bangunan Bersejarah


 Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kutai Kartanegara yang menyimpan nilai sejarah dan menjadi bagian penting dari warisan budaya daerah. Foto: Indirwan. Perbesar

Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kutai Kartanegara yang menyimpan nilai sejarah dan menjadi bagian penting dari warisan budaya daerah. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mendorong keterlibatan perusahaan swasta dalam pelestarian bangunan dan situs bersejarah di sejumlah kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya menjaga warisan budaya daerah agar tetap terawat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, mengatakan pelestarian peninggalan sejarah membutuhkan dukungan berbagai pihak, tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi situs bersejarah dinilai dapat membantu pemeliharaan bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.

Menurut Saidar, sejumlah peninggalan bersejarah tersebar di berbagai kecamatan di Kukar dan membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu peluang untuk menjaga kondisi fisik bangunan sekaligus mempertahankan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Salah satu contoh terdapat di Kecamatan Sangasanga. Di wilayah tersebut, terdapat bangunan peninggalan Belanda yang kini dimanfaatkan sebagai kantor perusahaan dan tetap mendapatkan perawatan.

Keberadaan bangunan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan bangunan bersejarah dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian. Namun, pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan kondisi fisik dan nilai sejarah agar karakter asli bangunan tidak hilang.

Saidar berharap pola serupa dapat diterapkan oleh perusahaan lain yang beroperasi di wilayah dengan potensi peninggalan sejarah. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga warisan budaya yang berada di sekitarnya.

“Ke depan, kami berharap perusahaan yang beroperasi di wilayah dengan objek bersejarah dapat ikut membantu pemeliharaannya,” ujar Saidar, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, upaya pelestarian juga dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, terutama apabila ditemukan objek yang mengalami kerusakan atau membutuhkan penanganan khusus.

Jika terdapat kerusakan pada bangunan maupun situs bersejarah, Disdikbud Kukar akan menyampaikan laporan kepada pihak Balai agar dapat ditindaklanjuti oleh tim ahli. Langkah tersebut diperlukan karena penanganan cagar budaya harus memperhatikan karakteristik dan ketentuan pelestarian yang berlaku.

Selain dukungan pemerintah dan perusahaan, komunitas lokal juga memiliki peran penting dalam menjaga peninggalan sejarah. Di Sangasanga, misalnya, komunitas setempat turut membantu merawat sejumlah objek bersejarah meskipun belum mendapatkan dukungan anggaran khusus.

Menurut Saidar, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelestarian, terutama pada lokasi yang belum memiliki petugas pemeliharaan secara khusus. Kepedulian komunitas juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga peninggalan sejarah di lingkungan masing-masing.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan, komunitas lokal, dan sektor swasta, Disdikbud Kukar berharap pemeliharaan bangunan bersejarah dapat berjalan lebih optimal.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kondisi fisik bangunan dan situs, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah serta identitas budaya Kutai Kartanegara. Dengan dukungan berbagai pihak, peninggalan masa lalu diharapkan tetap terjaga dan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH