KUMALANEWS.ID – Guna melestarikan seni budaya dan kearifan lokal yang ada di Tanah Kutai, warga Gang 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar event yang bertajuk Kampong Kuliner Tradisional.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Camat Tenggarong Sukono, di dampingi Lurah Baru Bayu Ramanda serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar David Haka Saputra dan disaksikan oleh warga setempat, pada Senin (6/11/23) malam.
Camat Tenggarong Sukono mengapresiasi kepada warga Gang 7 Kelurahan Baru, yang pada tahun ini kembali menyelenggarakan Kampong Kuliner Tradisional, yang tempat acaranya tidak lain dan tidak bukan berada di dalam Gang 7 Kelurahan Baru ini sendiri.
Acara yang direncanakan berlangsung selama 5 hari dari 5 hingga 11 November 2023 itu, merupakan prakarsa dari warga Gang 7 Kelurahan Baru dan juga didukung oleh Dinas Pariwisata Kukar serta beberapa sponsor dari swasta.
“Acara ini memang hanya dilaksanakan di dalam gang, tetapi gaung dan efek yang dihasilkan sudah menggema ke berbagai daerah, dan ini sangat luar biasa,” ujar Sukono.
Meski kegiatan tersebut berlangsung di dalam gang, namun dalam pelaksanaannya Kampong Kuliner Tradisional ini melibatkan para pelaku UMKM khususnya makanan khas tradisional Kutai maupun Kalimantan.
Tak hanya itu, Kampong Kuliner Tradisional ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan atraksi seni budaya, untuk menghibur para warga dan pengunjung.
“Tentunya ini suatu kegiatan yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, dalam satu kegiatan ada begitu banyak pelajaran yang bisa ambil dan kita contoh,” kata Sukono.

Camat Tenggarong Sukono dan Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara Saat Berbelanja di Salah Satu Stand Pelaku UMKM Kampong Kuliner Tradisional.(Foto : Kumalanews.id)
Lebih lanjut Sukono mengemukakan, kepedulian terhadap pelestarian budaya ini diwujudkan dalam bentuk nyata. Menurutnya, selain untuk menumbuhkan minat dan kecintaan generasi muda pada seni tradisional, juga memberikan wadah bagi para seniman tradisional ini untuk berekspresi, menampilkan seni tradisional baik musik maupun tariannya.
“Kita tentu memahami untuk melaksanakan kegiatan ini tentu tidak mudah. Dibutuhkan kekompakan, serta rasa toleransi yang tinggi antar warga, dengan niat dan tujuan yang baik, maka acara Kampong Kuliner Tradisional ini dapat terselenggara, dan ini sudah memasuki tahun ke-4,” ungkapnya.
Sukono juga berharap, melalui kegiatan ini bisa terus menjaga kelestarian dan kekayaan seni budaya serta kearifan lokal di Tanah Kutai. Pasalnya, Kutai Kartanegara mempunyai beraneka ragam jenis kuliner khas daerah yang kaya akan cita rasa.
“Beberapa sudah jarang kita temui karena hanya orang tertentu saja yang bisa mengolahnya. Melalui acara ini, kita dapat mengangkat kuliner tradisional sebagai salah satu objek wisata,” terangnya.
Selain itu, Sukono juga mengimbau kepada warga dan pengunjung saat berada di Kampong Kuliner Tradisional, baik berbelanja maupun menyaksikan hiburan untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan di lokasi kegiatan.
“Mari kita budayakan tidak meninggalkan jejak sampah di sembarang tempat, agar lingkungan senantiasa bersih,” pintanya.
“Kami juga berharap agar warga Gang 7 Kampung Baru selalu bersemangat dan konsisten dalam menjaga serta melestarikan kekayaan budaya Kukar,” tutupnya.(adv/diskominfokukar)

















