KUMALANEWS.ID – Sebagai Komitmen dalam melakukan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rembuk Stunting Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2023, di Aula Serbaguna Bappeda Kukar, pada Kamis (9/11/23).
Bertemakan “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut berlangsung dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono dan dihadiri seluruh Kepala OPD dilingkungan Pemkab Kukar, para Camat serta dunia usaha yang ada di Kukar.
“Rembuk stunting ini langkah konvergensi yang diamanatkan dalam penanganan stunting, dari 8 langkah itu salah satunya adalah rembuk stunting di langkah ke 4,” ujar Sunggono.
“Dari situ terlihat apa yang kita laksanakan dan kita lakukan evaluasi atas data yang sudah ada dalam penanganan stunting,” tambah Sunggono.
Lebih lanjut Sunggono mengemukakan, berdasarkan dari laporan atas upaya konvergensi yang dilakukan oleh OPD dilingkungan Pemkab Kukar kasus stunting di Kutai Kartanegara cenderung menurun, dan hal itu dinilai sangat luar biasa.
Menurutnya, dengan dukungan anggaran yang di alokasikan kurang lebih Rp 170 Milyar, angka stunting di Kukar yang sebelumnya 27 persen dan kini mengalami penurunan menjadi 16 persen.
“Alhamdulilah dari laporan yang masuk atas upaya konvergensi yang telah dilakukan oleh teman-teman OPD, kasus stunting di Kukar cenderung menurun dan hal itu sudah luar biasa,” ungkap Sunggono.
“Tentunya dengan dukungan anggaran yang di alokasikan kurang lebih Rp 170 Milyar, maka angka stunting di Kukar mengalami penurunan, dari 27 persen sekarang turun menjadi 16 persen,” sambung Sunggono.

Rembuk Stunting Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2023 Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju.(Foto : Kumalanews.id)
Meski mengalami, namun Pemkab Kukar akan terus melakukan evaluasi kedepannya, termasuk mengintervensi 41 desa/kelurahan yang masih belum menjadi lokus penanganan stunting.
“5 tahun lalu, dari 193 desa dan 44 kelurahan masih tersisa kurang lebih 41 desa/kelurahan yang akan kita intervensi kedepannya,” tegas Sunggono.
Dengan penanganan yang sudah berjalan baik itu diharapkan, angka stunting di Kutai Kartanegara bisa lebih rendah yang ditargetkan oleh pemerintah pusat sebesar 14 persen.
Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga optimis serta berkeyakinan dimana angka stunting saat ini 16 persen dan bisa ditekan menjadi di bawah 10 persen.
“Harapannya mudah-mudahan angka stunting kita bisa lebih rendah yang ditarget oleh pemerintah pusat sebesar 14 persen, Insa Allah kita optimis bisa, karena sekarang sudah 16 persen, artinya kami berkeyakinan bisa di bawah 10 persen,” pungkas Sunggono.(adv/diskominfokukar)

















