KUMALANEWS.ID – Program Pembangunan indeks literasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, telah memberikan dampak yang cukup baik.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono, saat menghadiri dan sekaligus membuka kegiatan talkshow peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan, di Pendopo Odah Etam Tenggarong, pada Sabtu (11/11/23).
Sunggono mengatakan, meningkatnya indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kutai Kartanegara pada tahun 2022 menjadi 18,55%, hal ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Menurut Sunggono, meski mengalami peningkatan dan memberikan dampak yang cukup baik, namun capaian tersebut belum menunjukan nilai yang baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Untuk itu perlu di tingkatkan dan kita dorong bersama demi terwujudnya Indeks Pembangunan Masyarakat dan literasi untuk Kesejahteraan,” pintanya.
Lebih lanjut Sunggono mengemukakan, melalui pengukuran Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat (IPLM) tentunya dapat mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam tingkat literasi masyarakat.
Sunggono juga menyebut, data yang diperoleh dari pengukuran itu akan menjadi dasar untuk merancang kebijakan dan program yang tepat guna, dalam meningkatkan literasi Masyarakat.
“Tentunya kegiatan tersebut memiliki peran penting untuk membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan, berdaya saing dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sunggono juga menegaskan, Pemerintah Daerah bersama dengan berbagai pihak terkait akan terus bekerja keras untuk mengembangkan program-program literasi yang efektif, termasuk di dalamnya pendidikan, pelatihan, dan promosi literasi di berbagai sektor.
“Dengan begitu, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, berdaya saing, dan mampu mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta, tentunya akan merangkul semua potensi yang ada untuk mencapai target indeks pembangunan literasi yang lebih tinggi.
“Mari bersama-sama menjadikan literasi sebagai kunci menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” ajak Sunggono.
“Literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga pemahaman informasi, pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan,” tambah Sunggono.
Dengan literasi yang kuat, diharapkan agar masyarakat akan lebih mampu mengakses informasi yang berkualitas, membuat keputusan yang bijak dan meningkatkan kualitas kehidupan.
“Literasi juga menjadi fondasi utama dalam pengembangan SDM yang berkompeten dan berdaya saing,” tutup Sunggono.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando, Saat Memberikan Sambutan dan Sekaligus Mengisi Materi Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat.(Foto : Kumalanews.id)
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando, menyebut secara umum terjadinya kemiskinan di dunia dikarenakan empat faktor, yaitu kurangnya penguasaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, skill inovasi dan kreativitas yang minim, akses ke permodalan yang sulit, hingga budaya malas yang menjangkiti.
Menurutnya, kehadiran perpustakaan dalam suatu negara, salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa
“Tak hanya kecerdasan saja, untuk mengantar kesuksesan, tapi juga harus berbudaya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, kegiatan dirangkai dengan Talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat yang bertemakan “Literasi untuk Kesejahteraan” merupakan sebuah upaya untuk menyoroti peran penting literasi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menghadirkan para tokoh terkemuka diantaranya, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, Sekretaris PD. GPMB Kaltim, Taufik, Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, MP dan Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Dra. Sri Sumekar, M.Si.
Dalam kegiatan tersebut juga turut mendampingi, Kepada Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur Muhammad Syafranuddin, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara, Aji Lina Rodiah.(adv/diskominfokukar)

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando dan Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono Bersama Tamu Undangan Lainnya Melakukan Sesi Foto Bersama .(Foto : Kumalanews.id)

















