KUMALANEWS.ID – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin secara resmi melaunching sebuah buku berjudul Muda Beda Bertalenta. Buku tersebut merupakan kisah perjalanan kehidupan dan karir Rendi Solihin sejak kecil hingga saat ini menjadi seorang pejabat ternama di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Jadi buku ini sudah dirancang sejak 2021 lalu dan bersamaan dengan buku Garis Tangan Bapak Bupati Kukar Edi Damansyah, dan itu sudah on proses. Cuma memang, buku Muda Beda Bertalenta ini diputuskan untuk dilaunching pada 2023,” kata Rendi Solihin, Sabtu (11/11/23) malam, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.
Lebih lanjut Rendi Solihin mengemukakan, yang mendasari dilaunching buku ini adalah untuk memotivasi masyarakat Kukar khususnya bagi generasi milenial.
Menurutnya, meski beda bidang, namun inti dari cerita di buku tersebut bisa membangkitkan semangat anak-anak muda di Kabupaten tertua di Timur Borneo.
“Buku ini akan kita perbanyak, dan dibagikan ke sekolah-sekolah mereka bisa baca, agar menjadi motivasi, supaya anak muda Kukar tidak minder,” terang Rendi Solihin.
Dengan diterbitkannya buku tersebut, diharapkan agar generasi muda di Kutai Kartanegara bisa termotivasi untuk menjadi garda terdepan dalam menyambut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, sehingga dapat menunjukkan kemampuan yang dimiliki, baik itu kreativitas maupun inovasi di berbagai bidang.
“Kita sudah menyambut IKN Nusantara, kita itu bisa sebagai garda terdepan untuk menampilkan seluruh kreativitas, inovasi dan kemampuan yang dimiliki di berbagai bidang,” ungkap Rendi Solihin.
Rendi Solihin juga mengungkapkan, sejak dari kecil dirinya sudah memiliki jiwa bisnis. Di dasari dengan tekad yang kuat serta rasa penasaran terhadap hal maupun tantangan yang baru, pria kelahiran 1991 silam itu, ingin selalu mencobanya.
“Saya dari kecil sudah memiliki jiwa bisnis dan selalu penasaran ingin mencoba semua hal maupun tantangan, dan saya dulu punya cita menginjak seluruh negara,” bebernya.
Meski terlahir di keluarga yang berada, namun Rendi Solihin tidak pernah menginginkan fasilitas mewah dari orang tuanya. Justru dirinya lebih memilih untuk mandiri, sehingga keinginannya pun bisa terwujud dengan hasil sendiri.
“Mungkin apa yang saya inginkan bisa difasilitasi oleh orang tua. Namun, apa yang saya lakukan waktu itu agar keinginan saya bisa diwujudkan, tinggal dari diri sendiri berani atau tidaknya. Dan memang saya berani mencoba, sehingga sampailah pada titik perjalanan hari ini,” tutup Rendi Solihin.(adv/diskominfokukar)

















