KUMALANEWS.ID – Guna membuka ruang ekspresi bagi para seniman untuk mewujudkan sebuah karya yang ada pada Seni Budaya Daerah, Komunitas Sanggar Tari Pokan Takaq Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Festival Tari Gantar Tahun 2023.
Kegiatan yang berlangsung dari 10-11 November 2023, di ikuti ratusan peserta dari berbagai komunitas, kelompok dan sanggar tari dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Kegiatan ini merupakan garapan Kemendikbudristek RI dengan programnya, yaitu program Stimulan yang diprakarsai oleh Komunitas Sanggar Tari Pokan Takaq,” ujar ketua panitia pelaksana, Imam Rojiki.
Lebih lanjut Imam Rojiki mengemukakan, kegiatan ini sendiri untuk memberikan ruang ekspresi bagi para seniman, guna mewujudkan sebuah karya yang ada pada Seni Budaya Daerah.
Tak hanya itu, Festival Tari Gantar ini juga sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan seni budaya dari Dayak Benuaq, serta memberikan motivasi kepada para generasi muda agar lebih peduli dengan budaya daerah sendiri, sehingga tidak terkikis oleh perkembangan zaman yang kian modern.
“Kita ketahui bersama dimana kesenian ini sangat jarang diminati anak-anak muda, maka dari itu kami menggelar Festival ini untuk memberikan motivasi dalam berkarya,” ungkap Imam Rojiki.

Festival Tari Gantar 2023 di Kutai Kartanegara Yang Digelar Oleh Komunitas Sanggar Tari Pokan Takaq Kukar Bersama Kemendikbudristek RI.(Foto : Pokan Takaq Kukar)
Imam Rojiki juga menerangkan, Festival Tari Gantar ini di ikuti 12 kelompok atau komunitas sanggar tari yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan jumlah peserta 120 orang, dan menampilkan berbagai macam jenis tarian baik tari pedalaman maupun tari kreasi.
“Kegiatan ini di ikuti 12 kelompok dengan jumlah peserta 120 terdiri 5 komunitas sanggar tari dari Kecamatan Tenggarong dan 7 kelompok dari luar Tenggarong,” bebernya.
Selain menggelar Festival Tari Gantar, kegiatan ini juga di rangkai dengan beberapa acara seperti workshop Tari Gantar dan workshop Tenun Doyo, yang bertujuan untuk melestarikan budaya dari leluhur terdahulu, khususnya Suku Dayak Benuaq.
“Kegiatan ini dirangkai dengan workshop Tari Gantar dan workshop Tenun Doyo, yang pesertanya dari SD, SMP dan SMA/SMK di Kukar, yang berlangsung di lamin Pokan Takaq,” tutup Imam Rojiki.(fz)

















