Menu

Mode Gelap
Pengurus POGI Kaltim Dilantik di IKN, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Jaringan Narkoba Muara Kaman Terbongkar, Polisi Sita Setengah Kilogram Sabu dan Buru DPO Pengembangan Kasus Sabu di Muara Kaman, Polisi Ringkus Perantara dan Amankan Barang Bukti Transaksi Sabu di Muara Kaman Terbongkar, 20 Paket Disembunyikan di Atap Rumah Walet Gen Matic x Shopee di IKN Diserbu Peserta, UMKM Didorong Melek Digital dan Naik Kelas

BERITA DAERAH · 30 Nov 2023 10:03 WITA ·

SDN 028 Tenggarong Siap Terapkan Kurikulum Merdeka di Semua Kelas


 Proses belajar di lapangan SDN 028 Tenggarong (foto : istimewa) Perbesar

Proses belajar di lapangan SDN 028 Tenggarong (foto : istimewa)

KUMALANEWS.ID – Sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Kutai Kartanegara, SDN 028 Tenggarong, sedang berbenah untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa, guru, dan lingkungan. Kurikulum ini juga mengutamakan pengembangan karakter, keterampilan, dan minat siswa.

Wakil Kepala SDN 028 Tenggarong Risdian Noor mengatakan, sekolahnya sudah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun lalu. Saat ini, kelas I dan IV sudah menggunakan kurikulum baru tersebut. Pada tahun 2023, kelas II dan V juga ikut bergabung. Sementara itu, kelas III dan VI masih mengikuti Kurikulum 2013 dan diharapkan bisa beralih ke Kurikulum Merdeka pada tahun 2024.

“Kita yang kelas I sampai kelas V sudah Kurikulum Merdeka. Kalau kelas III dan VI masih K13. Kita bertahap terapkan Kurikulum Merdeka ini,” kata Risdian, Kamis (30/11/2023).

a18

Murid SDN 028 Tenggarong saat belajar pramuka (foto : istimewa)

Selain Kurikulum Merdeka, SDN 028 Tenggarong juga mengajarkan bahasa Kutai kepada seluruh siswanya. Bahasa Kutai adalah bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Kutai Kartanegara. Pengajaran bahasa Kutai dilakukan sebelum adanya Peraturan Bupati yang mewajibkan sekolah-sekolah di daerah itu untuk mengajarkan bahasa daerah.

“Kita sudah belajar bahasa Kutai sejak lama. Walaupun secara garis besar bukunya belum ada, tapi kita sudah belajar mandiri dan mencari referensi setiap hari,” ujarnya.

Dengan jumlah siswa sebanyak 500 orang yang terbagi dalam 18 kelas, SDN 028 Tenggarong menghadapi kendala dalam hal ruang belajar. Sekolah ini tidak memiliki lahan yang cukup untuk membangun ruang kelas tambahan. Akibatnya, siswa kelas II dan III harus belajar pada siang hari.

“Kami kekurangan ruangan. Sudah enggak cukup lagi lahannya sudah sempit,” ungkapnya.

Risdian berharap, pemerintah daerah bisa membantu sekolahnya untuk menambah ruang kelas. Ia juga berharap, Kurikulum Merdeka bisa memberikan dampak positif bagi siswa, guru, dan sekolah.

“Kami berharap, Kurikulum Merdeka bisa meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami. Kami juga berharap, siswa kami bisa lebih berkarakter, berkreasi, dan berprestasi,” tuturnya.(adv/disdikbudkukar)

Penulis : Ads | Editor : Fair
Artikel ini telah dibaca 284 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tokoh Pers Kaltim Berpulang, Bang Sukri Tinggalkan Jejak Kuat bagi Media Siber

17 April 2026 - 11:00 WITA

sukri001

Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat

17 April 2026 - 08:00 WITA

ucapan duka

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas

16 April 2026 - 13:00 WITA

ikn120098

DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru

16 April 2026 - 11:00 WITA

ikn900008851

Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

smd999876

Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

16 April 2026 - 09:00 WITA

smd8989898
Trending di BERITA DAERAH