KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan manusia. Pendidikan berkualitas diyakini menjadi kunci mewujudkan target besar IKN, termasuk menghapus kemiskinan pada 2035.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa peta jalan pendidikan IKN dirancang sebagai bagian dari infrastruktur sosial primer yang berorientasi masa depan.
“Melalui pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter, IKN diarahkan menjadi kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya dalam IKN Youth Forum, 1 Mei 2026.
Konsep pendidikan di IKN disusun berjenjang dan berkesinambungan. Pada tingkat PAUD difokuskan pada pembentukan karakter dasar dan penalaran, jenjang SD pada eksplorasi dan penguatan literasi numerasi, SMP pada kesadaran diri dan kepemimpinan, hingga SMA/SMK dan vokasi yang diarahkan pada kesiapan dunia kerja. Sementara pendidikan tinggi didukung pusat riset kelas dunia sebagai penggerak inovasi.
Pendekatan pendidikan di IKN mengedepankan humanisasi dan pembelajaran yang memerdekakan. Kurikulum dirancang fleksibel dan personal, dengan penekanan pada penguatan karakter serta kompetensi abad ke-21, tidak hanya aspek akademik.
Selain itu, sistem pendidikan didukung konsep sekolah cerdas berbasis digital. Pemanfaatan teknologi mendorong kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, serta diperkuat dengan Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS) untuk tata kelola modern.
Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui konsep sekolah hijau, dengan pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya, pengelolaan air hujan, serta penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan lingkungan belajar.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pendidikan akan menentukan wajah IKN di masa depan.
“Pembangunan pendidikan adalah inti dari infrastruktur sosial yang akan membentuk wajah IKN dalam 20 hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya.
Ke depan, IKN akan fokus pada peningkatan mutu pembelajaran berbasis kurikulum internasional, penguatan literasi sejak dini, serta pengembangan kurikulum lintas jenjang. Kehadiran tenaga pendidik berstandar nasional dan internasional juga menjadi prioritas.
IKN juga mendorong penguatan identitas lokal, budaya, keberlanjutan lingkungan, dan penguasaan teknologi dalam ekosistem pendidikan, sehingga mampu menjadi model nasional bahkan rujukan global.
Sejumlah lembaga pendidikan berstandar nasional dan internasional mulai dihadirkan, seperti Taruna Nusantara, SMA Garuda, pesantren terintegrasi, hingga sekolah internasional di kawasan KIPP, yang akan diperkuat oleh kehadiran perguruan tinggi ternama.
Melalui momentum Hardiknas, Otorita IKN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global demi masa depan generasi Indonesia.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













