Menu

Mode Gelap
Konten Relevan Jadi Kunci Media Bertahan, AMSI Dorong Penguatan Media Siber Papua BPK Kaltim Serahkan LHP Kepatuhan Lingkungan dan Kehutanan Sektor Tambang Dorong Perilaku Hemat Energi, Otorita IKN Sosialisasikan Hasil Uji Coba Smart Metering di Rusun ASN PWI Kukar Bersiap Lantik Pengurus 2025–2028, HPN Jadi Momentum Konsolidasi Momentum Isra Mi’raj, Legislator Samarinda Ajak Umat Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

BERITA DAERAH · 2 Sep 2024 14:15 WITA ·

Kepala Dinas Pertanian Andi Traso Diharto Akui “Petani Milenial” Masih Minim di PPU


 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto (Foto : Dok Pemkab PPU) Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto (Foto : Dok Pemkab PPU)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Program petani milenial di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), saat ini terbilang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pertanian PPU.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto, saat dijumpai di sela-sela kegiatannya, pada Senin (2/9/2024).

“Ditengah gencarnya program-program dan bantuan untuk pertanian di Kabupaten PPU, program petani milenial sendiri di PPU terbilang masih menjadi PR untuk Dinas Pertanian,” ungkap Andi Traso Diharto.

Dalam hal itu, Andi Traso Diharto mengaku  bahwa program petani milenial masih sangatlah minim akan peminat, apalagi kelangkaan pupuk yang kerap terjadi kian menambah surutnya generasi muda di Penajam Paser Utara untuk terjun kedunia pertanian.

“Petani milenial di PPU masih sangat kecil, bahkan untuk data kami sendiri di PPU itu hanya mencapai 10-15 persen saja,” Andi Traso Diharto.

Lebih lanjut Andi Traso Diharto mengemukakan bahwa, persoalan pupuk kerap menjadi masalah. Oleh sebab itu, saat ini Dinas Pertanian terus rutin terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan penggunaan pupuk-pupuk organik.

Tak hanya itu, Andi Traso Diharto juga menyebut bahwa rata-rata petani milenial yang ada di Benuo Taka menanam tanaman Holtikultura, seperti sayur-sayuran, cabe, tomat dan lainnya. Sehingga penggunaan pupuk organik dapat membantu meningkatkan hasil pertanian yang lebih efisien.

“Kita akan membina dan membimbing petani milenial untuk menggunakan pupuk organik, jangan berfokus ke pupuk kimia,” tegas Andi Traso Diharto.

“Dengan dibantu perpanjangan tangan petugas dilapangan, nantinya yang akan memberikan pembelajaran dan edukasi bagi petani milenial di PPU,” tutup Andi Traso Diharto.(adv)

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BPK Kaltim Serahkan LHP Kepatuhan Lingkungan dan Kehutanan Sektor Tambang

21 Januari 2026 - 16:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 17

PWI Kukar Bersiap Lantik Pengurus 2025–2028, HPN Jadi Momentum Konsolidasi

21 Januari 2026 - 09:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 15

Momentum Isra Mi’raj, Legislator Samarinda Ajak Umat Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

21 Januari 2026 - 08:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 14

Kuasa Hukum Dorong Mediasi dan Verifikasi Lapangan dalam Sengketa Lahan

20 Januari 2026 - 18:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 13

Komisi I DPRD Samarinda Fasilitasi Hearing Sengketa Lahan Warga Handil Bakti dengan PT IPC

20 Januari 2026 - 17:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 12

Terdampak Aliran Sungai, Pemilik Lahan Harapan Baru Harap Relokasi Lewat Mediasi DPRD Samarinda

20 Januari 2026 - 16:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 11
Trending di BERITA DAERAH