Menu

Mode Gelap
Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80 Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

BERITA DAERAH · 4 Sep 2024 12:15 WITA ·

Sejumlah Bahan Pokok di PPU Alami Deflasi


 Kepala bidang perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disprindakop) Penajam Paser Utara, Marlina (Foto : Dok Pemkab PPU) Perbesar

Kepala bidang perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disprindakop) Penajam Paser Utara, Marlina (Foto : Dok Pemkab PPU)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Memasuki bulan September, sejumlah bahan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru cenderung mengalami Deflasi.

Meski, bahan pokok seperti beras, cabe hingga minyak goreng cenderung stabil, namun mulai mengarah pada lonjakan harga.

Kepala bidang perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disprindakop) Penajam Paser Utara, Marlina mengatakan, memasuki awal September ini sejumlah bahan pokok justru cenderung mengalami penurunan harga.

Pasalnya, sejumlah bahan pokok tersebut mengalami deflasi, seperti bawang merah yang mengalami deflasi sebesar 18,47%, telur ayam yang mengalami deflasi 2,21%, daging ayam ras mengalami deflasi 2,24%, dan tomat mengalami deflasi 17,11%.

“Sejauh ini cenderung terjadi penurunan harga, pasalnya sejumlah bahan pokok mengalami deflasi dan di pasar Penajam sendiri,” ungkap Marlina, Rabu (4/9/2024).

“Hal itu dikarenakan banyaknya pasokan bahan pokok dari luar, sehingga bahan pokok cenderung stabil di pasaran,” sambung Marlina.

Lebuh lanjut Marlina mengemukakan bahwa, kedepannya harga pasar sembako di Penajam Paser Utara belum dapat diprediksi. Dikarenakan, hingga saat ini di PPU belum memiliki gudang untuk pengawetan komoditi  pangan. Sehingga harga sembako cenderung bergantung pada pasokan yang masuk.

Marlina juga menyebut, meski sejauh ini harga bahan pokok seperti beras, cabe dan minyak goreng cendrung stabil. Namun, kedepannya diperkirakan harga sembako di PPU akan meroket.

“Kita terkendala dengan gudang untuk pengawetan komoditi pangan yang ada di PPU, bahan sembako tersebut diperkirakan cenderung naik,” ujar Marlina.

“Apalagi, beras, cabe dan minyak goreng justru mengalami inflasi dimana dari data kami cabe rawit  mengalami kenaikan 9.55%, beras 0.31%  dan minyak goreng 0.39%,” pungkas Marlina.(adv)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda

1 Juli 2026 - 21:00 WITA

a191

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

a190

Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

a181

BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

a180

Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

a179

Inspektorat Balikpapan Perketat Pengawasan SPMB 2026, Buka Posko Aduan Cegah Kecurangan

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

a178
Trending di BERITA DAERAH