Menu

Mode Gelap
DPRD Kediri Pelajari Sekolah Digital di Samarinda, Siapkan Pengembangan Pendidikan Modern DPRD Kediri Studi Banding ke Samarinda, Bahas Transformasi Pendidikan Digital di Era Modern DPRD Samarinda Tunggu SLF Terowongan Rampung, Deni: Jangan Sampai Proyek Belum Siap Dipaksakan Berfungsi Warga Sukaraja Dilibatkan dalam Penataan Drainase IKN, Otorita Dorong Pemberdayaan Masyarakat Dari Secangkir Kopi hingga Peluang Usaha, Ekonomi Warga Mulai Bergeliat di Kawasan IKN

BERITA DAERAH · 5 Sep 2024 15:15 WITA ·

Asosiasi Bio-Agroinput Indonesia Lakukan Studi Evaluasi Terhadap Teknologi Budidaya Padi di Penajam Paser Utara


 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Traso Diharto saat memberikan sambuatan (foto : kumalanews.id) Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Traso Diharto saat memberikan sambuatan (foto : kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Asosiasi Bio-Agroinput Indonesia (ABI), bersama PT. Artha Prima Humatindo dan PT. Prima Agro Tech, melakukan kunjungan studi evaluasi terhadap teknologi budidaya padi terdegradasi tipe lahan sulfat masam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada Kamis (5/9/2024).

Kegiatan itu sendiri bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan hasil produksi serta produktivitas pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Traso Diharto menyebut bahwa, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengevaluasi dan meningkatkan produksi serta produktivitas padi di Benuo Taka.

“Dari kunjungan ini, kita juga memanfaatkan sebagai upaya evaluasi dan meningkatkan produksi serta produktivitas padi khususnya di Desa Sebakung Jaya, Desa Sri Raharja, dan Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu yang menjadi lokasi studi evaluasi,” ungkap Andi Traso Diharto.

Lebih lanjut Andi Traso Diharto mengemukakan bahwa, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan produktivitas padi di wilayah Penajam Paser Utara, khusunya di 3 lokasi tersebut hanya sekitar 2-3 ton per hektar, jauh di bawah rata-rata nasional.

Menurut Andi Traso Diharto, rendahnya produktivitas tersebut diakibatkan oleh kondisi tanah yang juga dipengaruhi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti hama putih, hama putih palsu, walang sangit dan wereng batang cokelat.

“Melalui studi evaluasi input teknologi budidaya padi di lahan sulfat masam ini, kami berharap program tersbut dapat memberikan solusi nyata bagi para petani,” pungkas Andi Traso Diharto.(adv)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kediri Pelajari Sekolah Digital di Samarinda, Siapkan Pengembangan Pendidikan Modern

20 Mei 2026 - 16:00 WITA

dprdkediri01

DPRD Kediri Studi Banding ke Samarinda, Bahas Transformasi Pendidikan Digital di Era Modern

20 Mei 2026 - 15:00 WITA

dprdkota45

DPRD Samarinda Tunggu SLF Terowongan Rampung, Deni: Jangan Sampai Proyek Belum Siap Dipaksakan Berfungsi

20 Mei 2026 - 14:00 WITA

dprdkota44

PWI Kukar dan Diskominfo Perkuat Sinergi, Dorong Kompetensi Wartawan dan Keterbukaan Informasi

19 Mei 2026 - 14:00 WITA

pwi001

DPRD Samarinda Soroti Infrastruktur dan Lingkungan, Arif Kurniawan: Pembangunan Jangan Abaikan Risiko Banjir

19 Mei 2026 - 13:00 WITA

dprdkota43

DPRD Samarinda Prihatin Munculnya “Kampung Narkoba”, Aris Mulyanata Dorong Pengawasan dan Edukasi Diperkuat

19 Mei 2026 - 12:00 WITA

dprdkota42
Trending di BERITA DAERAH