Menu

Mode Gelap
Konten Relevan Jadi Kunci Media Bertahan, AMSI Dorong Penguatan Media Siber Papua BPK Kaltim Serahkan LHP Kepatuhan Lingkungan dan Kehutanan Sektor Tambang Dorong Perilaku Hemat Energi, Otorita IKN Sosialisasikan Hasil Uji Coba Smart Metering di Rusun ASN PWI Kukar Bersiap Lantik Pengurus 2025–2028, HPN Jadi Momentum Konsolidasi Momentum Isra Mi’raj, Legislator Samarinda Ajak Umat Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

BERITA DAERAH · 29 Jan 2025 17:15 WITA ·

Tanah Longsor Akibatkan Rumah dan Ruko Warga Kelurahan Bukit Biru Nyaris Ambruk


 pic.kumalanews.id Perbesar

pic.kumalanews.id

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Curah hujan yang cukup tinggi melanda di Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa pekan terakhir ini, menyebabkan adanya tanah longsong di beberapa titik rawan yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat.

Salah satunya di Jalan Pahlawan RT 04 Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), dimana sejumlah rumah dan ruko milik warga setempat tedampak tanah longsor serta sangat memprihatinkan.

Pasalnya, sejumlah bangunan tempat tinggal warga nyaris ambruk dan terkikis serta retak yang disebabkan tanah longsor.

longsoran itu sebabkan oleh curah hujan yang cukup tingga beberapa pekan lalu hingga saat ini.

Saat dijumpai, Desi selaku anak pemilik rumah yang menjadi korban tanah longsor mengatakan, kejadian ini terjadi pada 20 Januari 2025 lalu yang disebabkan oleh curah yang cukup tinggi.

Namun, pada tanggal 25-26 Januari 2025 kemarin hujan yang terus menerus menguyur, longsoran tanah pun semakin parah dan mengakibat di belakang rumah orang tua Desi menjadi ambruk.

Tak hanya itu, longsoran susulan pun terjadi kembali pada 29 Januari 2025 dan akibatnya sebagian tanah terkikis sehingga menyebabkan bangunan rumah nyaris ambruk.

“Awalnya dibelakang dan disamping rumah orang tua saya yang longsor, namun disebabkan turun terus tanahnya pun terkikis terus dan nyaris ambruk rumah ini,” ujar Desi, Rabu (29/01/2025).

Sementara itu, Kristin warga Kelurahan Bikut Biru yang juga pemilik ruko menyebut, kejadian ini sudah lama terjadi sejak 4 bulan yang lalu. Dimana pergerakan serta pergesaran tanah mulai terjadi.

Namun kini, dengan intensitas hujan yang cukup tinggi juga ikut memperburuk kondisi bangunan ruko. Sehingga menyebabkan sejumlah keretakan tanah dan bangunan menjadi miring kebelakang.

Tak hanya itu, kondisi di sekitar bangunan ruko milik Kristin ini juga terdapat sejumlah keretakan tanah serta pondasi yang menurut dan lantai dasar ikut longsor kebawah.

“Pergeseran tanah sudah lama sejak 4 bulan, namun dengan kondisi cuaca seperti ini ikut memperburuk kondisi bangunan ruko saya,” ungkap Kristin, Rabu (29/01/2025).

Sebagai informasi, untuk mengantisipasi terjadinya longsoran yang parah dan membahayakan warga sekitar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), memasang papan imbauan dan posko bencana, agar dengan cepat merespon kejadian di sekitar lokasi tanah longsor.(fin/ruz)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BPK Kaltim Serahkan LHP Kepatuhan Lingkungan dan Kehutanan Sektor Tambang

21 Januari 2026 - 16:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 17

PWI Kukar Bersiap Lantik Pengurus 2025–2028, HPN Jadi Momentum Konsolidasi

21 Januari 2026 - 09:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 15

Momentum Isra Mi’raj, Legislator Samarinda Ajak Umat Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

21 Januari 2026 - 08:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 14

Kuasa Hukum Dorong Mediasi dan Verifikasi Lapangan dalam Sengketa Lahan

20 Januari 2026 - 18:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 13

Komisi I DPRD Samarinda Fasilitasi Hearing Sengketa Lahan Warga Handil Bakti dengan PT IPC

20 Januari 2026 - 17:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 12

Terdampak Aliran Sungai, Pemilik Lahan Harapan Baru Harap Relokasi Lewat Mediasi DPRD Samarinda

20 Januari 2026 - 16:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 11
Trending di BERITA DAERAH