KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Desa Kersik merupakan satu dari sebelas desa yang berada di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Letak Desa Kersik ini sendiri berada di Pesisir Pantai, sehingga desa tersebut terkenal dengan objek wisata pantai dan hasil laut yang sangat menjanjikan.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Kersik Jumadi. Dimana ia menyebut bahwa sebagian besar warga Desa Kersik bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap.
“Perikanan di wilayah kami cukup menjanjikan, banyak warga yang berprofesi sebagai nelayan,” ujar Jumadi, pada Selasa (25/02/2024).
Lebih lanjut Jumadi menjelaskan bahwa, potensi perikanan yang cukup besar di Desa Kersik ini, tentunya menjadi daya para penghobi pemancing dari berbagai daerah seperti Tenggarong, Samarinda dan Bontang. Sehingga hal tersebut, menjadikan wilayah Pesisir Desa Kersik sebagai spot memancing.
Tak hanya sampai disitu saja, hasil laut tangkapan para nelayan Desa Kersik itu juga selalu menjadi incaran para pengepul ikan baik didalam maupun diluar daerah.
Dengan potensi tersebut, sangat disayangkan masih terdapat beberapa permasalahan yang menjadi fokus Pemerintah Desa (Pemdes) Kersik, terkait dengan perikanan mulai dari penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan hingga permasalahan limbah pabrik dan rumah tangga.
“Kami sering menggelar sosialisasi terkait penangkapan ikan, dengan menggunakan alat tangkap yang baik dan stop buang sampah di laut baik yang padat maupun cairan,” ungkap Jumadi.
Dalam hal itu, Jumadi juga mengharapkan adanya bantuan dari pihak ketiga untuk melakukan penelitian serta rehabilitasi terkait ekosistem laut yang mungkin saja telah mengalami kerusakan karena limbah.
Hal tersebut dilakukan, agar nantinya sektor perikanan lebih maksimal dan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar khususnya di Desa Kersik.
“Air kita ini sudah cukup tercemar dengan aktivitas yang ada, di hulunya limbah perusahaan dan limbah rumah tangga,” beber Jumadi.
“Tentunya hal tersebut merusak air, makanya kami butuh teknologi dan peneliti untuk menangani ini,” pungkas Jumadi.(ADV/DiskominfoKukar)

















