KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya mendorong transformasi digital di pedesaan, Digital Desa (Digides) semakin diadopsi oleh berbagai wilayah untuk meningkatkan pelayanan publik dan transparansi pemerintahan.
Dengan pemanfaatan teknologi digital tersebut, desa-desa kini dapat mengelola administrasi, layanan masyarakat, serta penyebaran informasi secara lebih efektif dan efisien.
Dimana program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa, memperluas akses layanan digital, serta meningkatkan partisipasi warga dalam tata kelola desa.
Misalnya saja Desa Kresik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menggunakan Digital Desa (Digides) sejak tahun 2022 lalu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena Digides tersebut dinilai mampu memberikan pelayanan dengan lebih praktis.
Akan tetapi sangat disayangkan, dimana sebagian masyarakat lebih memilih untuk mendatangi Kantor Desa Kersik, guna mendapatkan pelayanan secara manual.
“Sebagian masyarakat lebih memilih datang ke kantor, karena menurut mereka pakai aplikasi ribet dan harus belajar terlebih dahulu,” ungkap Kepala Desa Kersik Jumadi, pada Selasa (25/02/2025).
Lebih lanjut Jumadi mengemukakan bahwa, Desa Kersik juga membuka pelayanan secara manual untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus kelengkapan administratif di Kantor Desa.
Menurutnya, sudah sepatutnya masyarakat sudah mengerti dan tahu serta sadae akan teknologi yang canggih saat ini, sehingga tidak ketinggalan zaman yang kian modern.
“Kami juga membuka pelayanan secara manual di Kantor Desa, bagi masyarakat yang ingin mengurus kelengkapan administrasi,” beber Jumadi.
Selain memberikan kemudahan, teknologi dapat membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien, sama halnya dengan Digital Desa (Digides) yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja serta lebih praktis.
“Kami tidak membatasi para warga. Namun, kalau mau memakai Digides mereka tidak perlu lagi keluar, karena bisa di akses dari rumah,” tutup Jumadi.(ADV/DiskominfoKukar)

















