Menu

Mode Gelap
Kebakaran Rumah di Sangasanga Dalam Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa Polres Kukar Bongkar Jaringan Narkotika, Tiga Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Kilograman Sabu Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026 Komisi II DPRD Samarinda Apresiasi Sosialisasi Penyesuaian Tarif Perumda Tirta Kencana 2026 Empat IPA Segera Diresmikan, Perumdam Tirta Kencana Mantapkan Target Layanan Air Bersih 100 Persen di Samarinda

BERITA DAERAH · 7 Mar 2025 17:15 WITA ·

Pengaspalan Jalan di Bangun Mulyo Tak Bisa Menyeluruh Dikarenakan Anggaran Terbatas


 Pengaspalan Jalan di Bangun Mulyo Tak Bisa Menyeluruh Dikarenakan Anggaran Terbatas Perbesar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM PASER UTARA – Warga Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru, kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengharapkan perbaikan jalan di sekitar perkebunan kelapa sawit PT Waru Kaltim Plantation (WKP).

Dimana warga saat ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, sehingga menyulitkan mobilitas, terutama bagi kendaraan pribadi.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu menyatakan bahwa, pengaspalan memang direncanakan, tetapi keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama.

“Anggaran yang digunakan berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit. Namun, jumlahnya belum mencukupi untuk mengaspal seluruh jalan yang diusulkan warga,” ujar Petriandy Ponganton Pasulu belum lama ini.

Dinas PUPR PPU menerima alokasi DBH sebesar Rp 3 miliar, dengan sekitar 80 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan di Bangun Mulyo.

Namun, anggaran tersebut hanya cukup untuk mengaspal kurang dari separuh dari total panjang jalan yang diajukan, yaitu sekitar 3 kilometer.

“Saat ini kami masih menghitung berapa panjang jalan yang dapat diaspal dengan anggaran yang tersedia,” jelas Petriandy Ponganton Pasulu.

“Jika hanya pengaspalan, mungkin jangkauannya lebih luas, tetapi jika harus dilengkapi drainase, maka akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” sambung Petriandy Ponganton Pasulu.

Petriandy Ponganton Pasulu juga menegaskan bahwa, Dinas PUPR hanya bertugas mengusulkan program, sementara pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan dana.

Petriandy Ponganton Pasulu juga mendorong agar masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRD, yang memiliki kewenangan dalam menentukan anggaran.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan, jika warga ingin agar pengaspalan ditambah, sebaiknya mereka menyuarakan kebutuhan ini langsung kepada DPRD,” pungkasnya.(ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Rumah di Sangasanga Dalam Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa

23 Januari 2026 - 09:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 20

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Komisi II DPRD Samarinda Apresiasi Sosialisasi Penyesuaian Tarif Perumda Tirta Kencana 2026

22 Januari 2026 - 15:00 WITA

Neutral Tones Fashion Photo Collage 21

Empat IPA Segera Diresmikan, Perumdam Tirta Kencana Mantapkan Target Layanan Air Bersih 100 Persen di Samarinda

22 Januari 2026 - 14:30 WITA

Neutral Tones Fashion Photo Collage 20

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmi: Hari Jadi Kota Bukan Sekadar Seremoni, Momentum Berbenah Setiap Hari

22 Januari 2026 - 12:12 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage 19

Ketua DPRD Samarinda Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Kekhidmatan Peringatan HUT Kota

22 Januari 2026 - 09:30 WITA

ketua dprd smd 1
Trending di BERITA DAERAH