Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 22 Apr 2025 13:15 WITA ·

TPA Buluminung Hampir Penuh, DLH PPU Rencanakan Pembanhunan PTSP


 TPA Buluminung Hampir Penuh, DLH PPU Rencanakan Pembanhunan PTSP Perbesar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM PASER UTARA – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini makin padat.

TPA tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sampah untuk satu hingga dua tahun lagi.

Untuk itu, Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU Kamaruddin menerangkan bahwa, setiap hari ada sekitar 50 hingga 60 ton sampah dibuang ke TPA tersebut.

Menurutnya, Jika tidak ada pengolahan lebih lanjut, maka TPA tersebut bisa cepat penuh.

“Kalau kondisinya seperti sekarang, kemungkinan dalam dua tahun ke depan TPA sudah tak bisa lagi menampung sampah,” ungkap Kamaruddin, Selasa (22/04/2025).

Untuk mengatasi hal tersebut, DLH PPU berencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sekitar lokasi TPA.

Dimana tempat tersebut akan berfungsi untuk memilah dan mengolah sampah sebelum akhirnya dibuang.

“Jadi, nanti yang masuk ke TPA hanya sisa-sisa sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi,” terang Kamaruddin.

Saat ini, pemerintah pusat juga mendorong daerah untuk tidak lagi hanya menimbun sampah, tapi mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat.

Dimana Kamaruddin mencotohkan bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi bahan untuk membuat paving block. Namun, semua itu tak bisa berhasil tanpa peran warga.

Meski demikian, Kamaruddin mengemukakan bahwa tantangan terbesar datang dari rumah tangga yang belum terbiasa memilah sampah.

Dalam hal itu, Kamaruddin juga mengajak masyarakat mulai peduli dan belajar memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Dengan begitu, sampah bisa lebih mudah diolah dan lingkungan pun menjadi lebih bersih serta sehat.

“Kalau sampah dari rumah sudah tercampur semua, jadi susah untuk diproses. Pemilahan dari rumah itu penting,” tegas Kamaruddin. (ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH