Menu

Mode Gelap
Dari Lapangan Pesantren Menuju Mimpi Besar, RHQ Football Academy Padukan Sepak Bola dan Hafalan Al-Qur’an Dari Dunia Usaha ke DPRD Samarinda, Arie Wibowo Fokus Kawal Infrastruktur dan Aspirasi Warga Stafsus Presiden Dorong UMKM Manfaatkan AI, Tiar Nabilla: Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

BERITA DAERAH · 22 Apr 2025 13:15 WITA ·

TPA Buluminung Hampir Penuh, DLH PPU Rencanakan Pembanhunan PTSP


 TPA Buluminung Hampir Penuh, DLH PPU Rencanakan Pembanhunan PTSP Perbesar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM PASER UTARA – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini makin padat.

TPA tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sampah untuk satu hingga dua tahun lagi.

Untuk itu, Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU Kamaruddin menerangkan bahwa, setiap hari ada sekitar 50 hingga 60 ton sampah dibuang ke TPA tersebut.

Menurutnya, Jika tidak ada pengolahan lebih lanjut, maka TPA tersebut bisa cepat penuh.

“Kalau kondisinya seperti sekarang, kemungkinan dalam dua tahun ke depan TPA sudah tak bisa lagi menampung sampah,” ungkap Kamaruddin, Selasa (22/04/2025).

Untuk mengatasi hal tersebut, DLH PPU berencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sekitar lokasi TPA.

Dimana tempat tersebut akan berfungsi untuk memilah dan mengolah sampah sebelum akhirnya dibuang.

“Jadi, nanti yang masuk ke TPA hanya sisa-sisa sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi,” terang Kamaruddin.

Saat ini, pemerintah pusat juga mendorong daerah untuk tidak lagi hanya menimbun sampah, tapi mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat.

Dimana Kamaruddin mencotohkan bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi bahan untuk membuat paving block. Namun, semua itu tak bisa berhasil tanpa peran warga.

Meski demikian, Kamaruddin mengemukakan bahwa tantangan terbesar datang dari rumah tangga yang belum terbiasa memilah sampah.

Dalam hal itu, Kamaruddin juga mengajak masyarakat mulai peduli dan belajar memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Dengan begitu, sampah bisa lebih mudah diolah dan lingkungan pun menjadi lebih bersih serta sehat.

“Kalau sampah dari rumah sudah tercampur semua, jadi susah untuk diproses. Pemilahan dari rumah itu penting,” tegas Kamaruddin. (ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dari Lapangan Pesantren Menuju Mimpi Besar, RHQ Football Academy Padukan Sepak Bola dan Hafalan Al-Qur’an

6 Juni 2026 - 17:00 WITA

aca01

Dari Dunia Usaha ke DPRD Samarinda, Arie Wibowo Fokus Kawal Infrastruktur dan Aspirasi Warga

6 Juni 2026 - 16:30 WITA

ari001

Stafsus Presiden Dorong UMKM Manfaatkan AI, Tiar Nabilla: Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan

6 Juni 2026 - 16:00 WITA

bpn024

ODGJ di Ruang Publik Jadi Perhatian, Dinsos Balikpapan: Penanganan Harus Sesuai SOP dan Libatkan Banyak Pihak

6 Juni 2026 - 14:00 WITA

bpn023

Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Balikpapan Perkuat Jaringan PAUD Negeri untuk Tingkatkan Akses Pendidikan Anak Usia Dini

6 Juni 2026 - 13:00 WITA

bpn021

Normalisasi Waduk Manggar Dipercepat, Pemkot Balikpapan Optimistis Perkuat Pasokan Air dan Kurangi Risiko Banjir

6 Juni 2026 - 12:00 WITA

bpn020
Trending di BERITA DAERAH