Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 24 Apr 2025 17:15 WITA ·

Pemkab PPU Salurakan 15.000 Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan


 Pemkab PPU Salurakan 15.000 Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan Perbesar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM PASER UTARA – Guna melindungi pekerja rentan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memberikan 15.000 jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dimana langkah tersebut merupakan bagian dari strategi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang digagas Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022.

Untuk itu, Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin secara simbolis menyerahakan jaminan sosial tersebut, di aula lantai I Kantor Bupati PPU pada Kamis (24/04/2025).

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengemukakan bahwa, pekerja rentan ini adalah seperti petani, nelayan, pedagang kecil, buruh harian, dan pelaku usaha mikro memiliki peran penting dalam ekonomi kerakyatan.

Oleh karena itu, para pekerja renta harus mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

“Mereka membutuhkan jaminan perlindungan dasar agar ekonomi keluarga tetap terjaga,” kata Abdul Waris Muin.

Lebih lanjut Abdul Waris Muin menyebut bahwa, program ini berjalan berkat sinergi antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi PPU dengan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kalimantan dan Cabang Balikpapan.

Sejak dilaksanakan pada 2023 hingga kini, sebanyak 20.614 pekerja rentan telah menjadi peserta aktif dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Pendanaan program bersumber dari APBD Kabupaten serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ungkap Abdul Waris Muin.

Tak hanya itu, Abdul Waris Muin mengungkapkan bahwa, klaim manfaat bagi ahli waris pekerja rentan juga telah terealisasi.

Hingga saat ini, sebanyak 50 klaim telah berhasil dicairkan sebagai bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat.

Abdul Waris Muin juga berharap, kedepannya program perlindungan sosial bagi pekerja rentan ini, bisa terus diperluas ke seluruh wilayah kabupaten sebagai bagian dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Ini bukti bahwa manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” beber Abdul Waris Muin.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan program ini, terutama BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertrans,” tutup Abdul Waris Muin. (ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH