Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 19 Nov 2025 15:00 WITA ·

Anggaran Pelestarian Masih Minim, Disdikbud Kukar Dorong Penguatan Dukungan untuk Cagar Budaya


 Salah satu bangunan bersejarah di Kutai Kartanegara, yakni Masjid Jami' Amir Adji Amir Hasanoeddin, perlu dilestarikan karena menyimpan nilai sejarah daerah. Perbesar

Salah satu bangunan bersejarah di Kutai Kartanegara, yakni Masjid Jami' Amir Adji Amir Hasanoeddin, perlu dilestarikan karena menyimpan nilai sejarah daerah.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat pelestarian cagar budaya, namun keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan utama. Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyebut perlindungan terhadap objek cagar budaya membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkesinambungan, terutama setelah adanya penetapan 16 objek dari ODCB menjadi Cagar Budaya (CB).

Saidar menjelaskan, setiap objek yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya memiliki standar pemeliharaan yang tidak bisa dilewatkan. Namun untuk menjalankannya, diperlukan alokasi anggaran khusus yang jumlahnya masih belum ideal.

“Objek yang sudah ditetapkan itu otomatis menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemeliharaan, perawatan, hingga pengamanan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ujarnya pada Rabu (19/11/2025).

Ia mengatakan bahwa sejumlah objek membutuhkan penanganan segera, baik secara fisik maupun administratif. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, pemerintah daerah akan sulit mengoptimalkan pelestarian, apalagi ketika semakin banyak objek yang masuk tahap penetapan.

“Karena jumlah objek terus bertambah, kebutuhan anggaran juga bertambah. Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam penyusunan program dan APBD,” jelasnya.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, Saidar menilai perlu adanya kolaborasi dengan pihak lain, termasuk perusahaan melalui program CSR dan komunitas budaya. Kolaborasi tersebut dapat mempercepat penanganan objek yang memerlukan intervensi cepat.

“Keterlibatan pihak ketiga bisa membantu mempercepat pelestarian. Banyak perusahaan yang punya program CSR, dan itu bisa diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya,” tambahnya.

Ia juga menyoroti wacana revisi Undang-Undang Cagar Budaya Tahun 2010 yang berpotensi mengubah standar pelestarian di daerah. Perubahan regulasi dianggap dapat berdampak pada kebutuhan anggaran yang lebih besar apabila aturan baru menetapkan standar perlindungan yang lebih ketat.

“Jika undang-undangnya direvisi, pasti akan ada penyesuaian. Termasuk kemungkinan bertambahnya kewajiban daerah dalam hal pendanaan,” katanya.

Saidar berharap perhatian terhadap pendanaan ini tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat, akademisi, serta pelaku budaya. Cagar budaya, menurutnya, bukan hanya aset sejarah, tetapi juga modal sosial dan identitas daerah.

“Pelestarian cagar budaya itu investasi jangka panjang. Kalau anggarannya kuat, pelestariannya akan berkelanjutan dan manfaatnya besar untuk generasi mendatang,” tegasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur

27 April 2026 - 15:00 WITA

mal1
Trending di BERITA DAERAH