Menu

Mode Gelap
Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami 190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

BERITA DAERAH · 21 Jun 2026 19:30 WITA ·

Pengamat Unmul: Pembangunan Samarinda Harus Berpihak pada Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur


 Suasana Diskusi Publik bertema Perbesar

Suasana Diskusi Publik bertema "Memahami Trisakti Bung Karno dalam Pembangunan Kota Samarinda" yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda dalam rangka Bulan Bung Karno 2026, Minggu (21/6/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pembangunan daerah tidak semestinya hanya diukur dari megahnya gedung, lebar jalan, atau tingginya nilai investasi. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat pembangunan.

Pandangan tersebut disampaikan Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul), Hairul Anwar, saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik bertajuk “Memahami Trisakti Bung Karno dalam Pembangunan Kota Samarinda” yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Samarinda dalam rangka Bulan Bung Karno 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, itu dihadiri akademisi, mahasiswa, kader partai, serta berbagai elemen masyarakat yang berdiskusi mengenai relevansi ajaran Trisakti dalam pembangunan daerah.

Menjawab pertanyaan awak media terkait indikator keberhasilan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai Trisakti, Hairul menegaskan bahwa pembangunan harus menempatkan manusia sebagai fokus utama, bukan sekadar mengejar capaian fisik.

“Pembangunan manusianya yang utama,” ujarnya singkat.

Menurut Hairul, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan yang berlangsung di daerahnya sendiri. Infrastruktur memang penting, tetapi manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh warga melalui peningkatan kesejahteraan, kesempatan kerja, dan ruang ekonomi yang lebih luas.

“Kalau dikaitkan dengan Trisakti, pembangunan yang utama adalah pembangunan manusianya. Jangan sampai kita terpesona dengan jalan yang bagus, bangunan yang megah, atau fasilitas yang modern, tetapi masyarakatnya justru tersingkir dan tidak menikmati hasil pembangunan tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, semangat Trisakti yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, masih sangat relevan diterapkan dalam pembangunan daerah. Konsep tersebut mengajarkan pentingnya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Hairul menilai, masyarakat Kota Samarinda seharusnya menjadi aktor utama dalam pembangunan, bukan hanya menyaksikan berbagai proyek yang dikerjakan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan mereka.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan pembangunan mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Ia juga mengingatkan agar daerah tidak sekadar meniru konsep pembangunan dari kota lain tanpa mempertimbangkan karakteristik lokal. Pendekatan semacam itu dinilai berisiko menghilangkan identitas daerah dan mengabaikan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan harus sesuai karakter daerah,” katanya.

Dalam sektor ekonomi, Hairul menilai Samarinda masih menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan kemandirian. Selama ini, menurutnya, aktivitas ekonomi masih banyak bergantung pada barang, jasa, tenaga kerja, maupun modal dari luar daerah.

“Selama ini kita lebih banyak menjadi kota konsumtif. Banyak pembangunan dan investasi yang masuk, tetapi pertanyaannya siapa yang menikmati hasilnya? Jika modal dan keuntungan terus mengalir keluar daerah, maka kita belum benar-benar berdikari,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa salah satu ukuran keberhasilan pembangunan berbasis Trisakti adalah meningkatnya keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas ekonomi. Pelaku usaha daerah harus memperoleh ruang yang lebih besar agar manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain aspek ekonomi, Hairul juga menyoroti pentingnya menjaga kepribadian dalam kebudayaan sebagai pilar ketiga Trisakti. Menurutnya, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya.

“Kalau masyarakat hanya menjadi penonton dalam pembangunan, maka kepribadian itu tidak akan tumbuh. Masyarakat harus dilibatkan, diberikan ruang untuk berkembang sehingga mereka memiliki rasa memiliki terhadap kotanya sendiri,” jelasnya.

Ia meyakini konsep Trisakti tetap relevan dalam menjawab tantangan pembangunan modern. Bahkan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, nilai-nilai tersebut dinilai mampu menjadi pedoman agar pembangunan tidak kehilangan orientasi terhadap kepentingan rakyat.

Hairul berharap pemerintah daerah terus mengedepankan pembangunan yang berpusat pada manusia, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga identitas budaya. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan Kota Samarinda tidak hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, tumbuhnya kemandirian ekonomi daerah, dan semakin kuatnya karakter masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15

DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h14

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13
Trending di BERITA DAERAH