Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 23 Nov 2025 11:15 WITA ·

Dinsos Kutim Perketat Validasi Data, Ribuan Penerima Bantuan Sosial yang Tidak Layak Dicoret


 Dinsos Kutim Perketat Validasi Data, Ribuan Penerima Bantuan Sosial yang Tidak Layak Dicoret Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah mengambil langkah tegas dengan memperketat proses validasi data penerima bantuan sosial. Kebijakan ini bertujuan utama untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, khususnya kepada kelompok masyarakat yang benar-benar masuk dalam kategori miskin ekstrem. Dalam proses verifikasi terbaru, Dinsos Kutim menemukan adanya ribuan nama yang harus dicoret dari daftar penerima manfaat karena dinilai sudah tidak memenuhi kriteria kelayakan.

Beberapa temuan lapangan menunjukkan bahwa warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan ternyata sudah memiliki aset ekonomi yang memadai, seperti kepemilikan kendaraan pribadi hingga kondisi rumah yang tergolong layak, sehingga mereka secara ekonomi dianggap mampu.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa pengetatan validasi ini menargetkan sekitar 20.000 Kepala Keluarga (KK) untuk ditinjau ulang kelayakannya, sebagai upaya memperbaiki kualitas data dan mencegah penyalahgunaan.

Ernata juga menyoroti masalah pendataan yang sering mencantumkan pendatang baru yang belum lama menetap di Kutim, bahkan ada yang baru tinggal tiga bulan namun sudah tercatat menerima bantuan sosial, yang menurutnya perlu dieliminasi untuk memprioritaskan warga Kutim yang membutuhkan.

Fenomena warga yang datang ke kantor mengaku tidak mampu namun setelah diverifikasi di lapangan ternyata mampu juga menjadi tantangan yang dihadapi oleh Dinsos. Dengan validasi berkala ini, Pemkab Kutim berharap penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih adil dan efektivitas program perlindungan sosial dapat ditingkatkan.

 

ADV Diskominfo SP Kutim
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH