Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 14:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Revitalisasi Seni Tradisi Kutai Lewat Kurikulum dan Pembinaan Komunitas


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, menjelaskan upaya serta dorongan pihaknya dalam melakukan revitalisasi seni tradisi Kutai. (Dok. Indirwan) Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, menjelaskan upaya serta dorongan pihaknya dalam melakukan revitalisasi seni tradisi Kutai. (Dok. Indirwan)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya memperkuat pelestarian budaya Kutai melalui jalur pendidikan dan pembinaan komunitas seni. Kebijakan ini didorong oleh semakin berkurangnya ruang ekspresi seni tradisional di tengah berkembangnya budaya populer dan modern.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak boleh hanya mengandalkan festival tahunan atau pertunjukan seremonial. Menurutnya, seni tradisi harus masuk lebih dalam ke lingkungan sekolah dan komunitas agar dapat diwariskan secara berkelanjutan.

“Kalau seni tradisi hanya ditampilkan saat acara besar saja, maka yang terjadi hanyalah tontonan, bukan pewarisan. Kita perlu memastikan seni itu hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama di sekolah,” ujar Puji, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa penguatan kurikulum muatan lokal menjadi salah satu fokus utama. Sekolah didorong untuk tidak sekadar mengenalkan seni tradisi secara teori, tetapi juga memberikan ruang praktik melalui kegiatan ekstrakurikuler, latihan rutin, hingga kolaborasi dengan seniman lokal.

Puji menilai keterlibatan komunitas seni sangat penting. Banyak seniman daerah yang memiliki keahlian unik, namun belum terhubung dengan sekolah atau generasi muda. Padahal para seniman inilah yang memegang teknik, gaya, dan nilai autentik dari tradisi Kutai.

“Kita punya banyak ahli Tingkilan, pesilat, penabuh gamelan, maestro Jepen tapi sering tidak tersambung dengan anak-anak muda. Ini yang harus dijembatani,” katanya.

Menurut Puji, revitalisasi seni daerah juga perlu menyasar aspek dokumentasi. Banyak karya seni tradisi Kutai yang belum terdokumentasikan secara baik, sehingga berisiko hilang ketika generasi pembawa tradisi mulai berkurang.

“Jika tidak didokumentasikan, pengetahuan itu bisa hilang. Kita butuh arsip, rekaman, buku, transkripsi musik, dan catatan cerita rakyat. Semua harus dibangun secara serius,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda yang lebih akrab dengan budaya digital. Puji menilai hal tersebut bukan ancaman, tetapi peluang. Seni tradisi bisa dikembangkan melalui platform digital untuk memperluas jangkauan dan menarik minat generasi baru.

“Anak muda sekarang hidup di dunia digital. Seni tradisi harus mengikuti arus itu. Bisa lewat konten edukatif, tutorial, pementasan daring, atau kolaborasi kreatif dengan format modern,” ujarnya.

Puji menegaskan bahwa pelestarian budaya Kutai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja bersama antara sekolah, komunitas, seniman, dan masyarakat luas. Ia berharap langkah revitalisasi yang dilakukan dapat memastikan seni dan nilai budaya Kutai tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kalau seni kita ingin bertahan, maka harus diwariskan, dipraktikkan, didokumentasikan, dan dikembangkan. Itulah kuncinya,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH