Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 14:15 WITA ·

Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025: Disdikbud Kukar Hidupkan Kembali Minat Budaya Lewat Kegiatan Edukatif


 Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mendampingi Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, meninjau stand pameran pada kegiatan Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025. Perbesar

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mendampingi Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, meninjau stand pameran pada kegiatan Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menggelar Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025 yang berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 November 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan kembali seni, budaya, dan nilai sejarah yang tersimpan di Museum Kayu kepada masyarakat. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi museum yang belakangan mengalami penurunan jumlah pengunjung secara drastis.

Melalui rangkaian kegiatan edukatif dan kreatif, Disdikbud berharap museum kembali menjadi pusat aktivitas budaya yang menarik minat generasi muda. Pendekatan inovatif tersebut diharapkan mampu membangun kembali kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya Kutai Kartanegara sebagai identitas daerah.

“Festival ini kami selenggarakan untuk memperkenalkan seni dan budaya Kutai Kartanegara sekaligus menghidupkan kembali Museum Kayu yang selama ini sepi pengunjung,” ujar Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo pada Kamis (27/11/2025).

Puji menjelaskan bahwa Museum Kayu sebelumnya mampu menerima hingga 40 kunjungan setiap hari, namun kini hanya didatangi tiga hingga empat pengunjung saja. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menghadirkan kegiatan yang lebih kreatif dan relevan agar museum kembali hidup. Festival ini menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa museum tetap menjadi aset penting yang patut dilestarikan.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan festival merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga sepuluh objek pelestarian budaya yang diamanahkan kepada Disdikbud. Museum Kayu, sebagai salah satunya, harus terus dikenalkan melalui kegiatan yang menyentuh generasi muda dan masyarakat luas.

“Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa museum ini ada dan merupakan bagian penting dari pelestarian budaya yang menjadi amanah bagi kami,” jelas Puji.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini melibatkan para pelajar SMK yang mengikuti berbagai kegiatan seni seperti kriya, membatik, dan melukis. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran mereka di sekolah yang berhubungan langsung dengan seni dan keterampilan tradisional.

Partisipasi para pelajar juga menjadi bukti bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan seni dan kemampuan kreatif generasi muda. Keterlibatan mereka diharapkan mampu menjadikan museum sebagai ruang belajar dan berkarya yang lebih hidup dan relevan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah daerah memperhatikan mereka para pelajar yang memiliki bakat seni dan keterampilan dan memberikan ruang bagi mereka untuk tampil dan berkarya,” tutup Puji Utomo.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH