Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 19:30 WITA ·

Pemkab Kutim Realisasikan 700 Unit Hunian Sehat: Wujudkan Komitmen 1.000 Rumah Layak Huni di Tahun 2025


 Pemkab Kutim Realisasikan 700 Unit Hunian Sehat: Wujudkan Komitmen 1.000 Rumah Layak Huni di Tahun 2025 Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Disperkim) menunjukkan komitmen kuatnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dengan merealisasikan penyediaan 700 unit Rumah Layak Huni (RLH) sepanjang tahun 2025.

Program ini menjadi tonggak penting dalam upaya mencapai target 1.000 unit RLH yang dicanangkan sebagai bagian dari 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Intervensi yang dilakukan oleh Disperkim terbagi menjadi dua skema utama, disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Kepala Bidang Perumahan Umum Disperkim Kutim, Astana Lode, menjelaskan bahwa dari total realisasi 700 unit, 200 unit di antaranya merupakan pembangunan rumah baru bagi masyarakat yang benar-benar tidak memiliki hunian. Sementara itu, 500 unit lainnya dialokasikan untuk program rehabilitasi atau bedah rumah bagi rumah tidak layak huni (RTLH).

Fokus geografis program tahun ini diprioritaskan di empat wilayah padat penduduk dan yang telah teridentifikasi memiliki banyak RTLH. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung. Rata-rata, setiap kecamatan mendapatkan alokasi lebih dari 100 unit untuk kegiatan rehabilitasi.

Program RLH ini secara tegas ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang selama ini tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Lebih dari sekadar urusan infrastruktur, tujuan utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan kualitas hidup warga. Hunian yang sehat, aman, dan layak diharapkan mampu menopang produktivitas keluarga serta berkontribusi pada penciptaan lingkungan permukiman yang lebih tertata.

Disperkim Kutim menegaskan bahwa program penyediaan rumah layak huni akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten, dan direncanakan akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dengan menyesuaikan alokasi anggaran daerah. Upaya ini merupakan bentuk keberpihakan nyata Pemkab Kutim terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, sekaligus menjadi fondasi bagi pembangunan manusia yang lebih berkualitas di masa depan.

 

ADV Diskominfo SP kutim
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH