Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 28 Nov 2025 15:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Soroti Peran Keluarga sebagai Garda Terdepan Pelestarian Bahasa Daerah


 Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara, Puji Utomo, menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak hanya bergantung pada sekolah dan komunitas budaya, tetapi juga sangat ditentukan oleh peran keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak dalam mempelajari bahasa. Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara, Puji Utomo, menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak hanya bergantung pada sekolah dan komunitas budaya, tetapi juga sangat ditentukan oleh peran keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak dalam mempelajari bahasa.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak hanya bertumpu pada sekolah dan komunitas budaya, tetapi juga sangat ditentukan oleh peran keluarga sebagai lingkungan pertama seorang anak belajar berbahasa. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, yang menilai bahwa rumah tangga memiliki pengaruh paling kuat dalam menjaga penggunaan bahasa ibu di tengah generasi muda.

Puji mengatakan bahwa meski sekolah telah menyediakan ruang bagi pembelajaran budaya, kebiasaan berbahasa daerah justru lebih efektif dibangun melalui interaksi sehari-hari di rumah. Orang tua, lanjutnya, memiliki kontribusi besar dalam menanamkan rasa memiliki terhadap bahasa ibu.

“Di rumahlah anak pertama kali mendengar dan berlatih bahasa. Kalau keluarga tidak membiasakan penggunaan bahasa daerah, maka anak akan kehilangan kedekatan emosional dengan bahasa ibunya,” ucapnya, Jum’at (28/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa tantangan pelestarian bahasa daerah bukan hanya soal perkembangan teknologi atau budaya global, tetapi juga perubahan pola komunikasi dalam keluarga. Banyak orang tua lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa populer lain, sehingga anak kehilangan kesempatan mengenal kosakata daerah sejak dini.

Menurut Puji, pelestarian bahasa daerah akan berjalan efektif jika dimulai dari lingkungan terkecil. Dorongan sederhana seperti berbincang dalam bahasa ibu, mengenalkan cerita rakyat, hingga menggunakan sapaan tradisional dinilai mampu memperkuat keterikatan anak terhadap identitas linguistik daerahnya.

“Ketika keluarga aktif memakai bahasa daerah, proses regenerasi penutur bisa berlangsung alami tanpa harus menunggu program formal dari pemerintah,” tambahnya.

Puji menekankan bahwa peran keluarga tidak menghambat modernitas, melainkan menjadi penyeimbang agar generasi muda tetap memiliki akar budaya yang kuat. Penguasaan bahasa global tetap penting, tetapi tidak boleh menghapuskan bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri.

Ia berharap masyarakat Kukar dapat melihat bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tugas lembaga pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama antara sekolah, komunitas, dan terutama keluarga.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH