Menu

Mode Gelap
Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini KPU Se-Indonesia Dukung Pembangunan IKN, Bahas Penataan Dapil Khusus Pemilu 2029 IKN Buka Peluang Kolaborasi Konstruksi, Tekankan Kualitas dan Inovasi

BERITA DAERAH · 28 Nov 2025 14:00 WITA ·

Sastra Lisan Kutai Terancam Hilang, Disdikbud Kukar Genjot Upaya Pemulihan Identitas Budaya


 Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat menjelaskan berbagai upaya pelestarian sastra lisan Kutai yang kini mulai terancam punah. Perbesar

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat menjelaskan berbagai upaya pelestarian sastra lisan Kutai yang kini mulai terancam punah.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, tradisi sastra lisan Kutai kini berada di ambang kepunahan. Generasi muda semakin jarang mendengar, apalagi mempelajari, seni tutur klasik seperti Tarsul, Dandeng, dan Ladong yang selama ratusan tahun menjadi penanda identitas masyarakat Kutai.

Menurunnya minat terhadap seni lisan tidak hanya berdampak pada berkurangnya pementasan, tetapi juga mengancam hilangnya nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap syair dan tuturannya. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara mengambil langkah serius untuk menjaga agar warisan tradisi lisan tidak sekadar menjadi catatan sejarah.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan bahwa sastra lisan memiliki peran yang jauh melampaui hiburan. Tradisi tutur merupakan sarana penyampaian pesan moral, petuah leluhur, hingga gambaran cara hidup masyarakat Kutai tempo dulu.

“Kalau tradisi lisan hilang, yang hilang bukan hanya seni. Kita kehilangan cara pandang leluhur, kehilangan identitas yang membentuk karakter masyarakat kita sejak dulu,” ujar Puji, Jum’at (28/11/2025).

Ia menilai bahwa generasi saat ini hidup dalam ekosistem digital yang membuat mereka lebih akrab dengan budaya populer global dibanding tradisi daerah. Namun menurut Puji, tantangan tersebut bukan alasan untuk menyerah, melainkan momentum untuk berinovasi dalam cara memperkenalkan kembali tradisi tutur kepada generasi berikutnya.

“Sastra lisan harus dipulihkan dan disesuaikan dengan konteks zaman. Bukan diubah, tapi dikemas lebih dekat dengan cara anak-anak mengonsumsi konten,” tambahnya.

Selain adaptasi media, Disdikbud Kukar juga melihat pentingnya peran keluarga dan komunitas budaya sebagai penjaga living tradition. Tanpa keterlibatan masyarakat, pelestarian sastra lisan akan bergerak lambat dan kehilangan kesinambungan antargenerasi.

Puji menegaskan bahwa pelestarian tradisi tutur merupakan bagian dari upaya merawat memori kolektif masyarakat, terutama di tengah derasnya arus pendatang baru saat Ibu Kota Nusantara (IKN) berkembang di wilayah sekitar Kukar.

Menurutnya, kearifan lokal dalam sastra lisan bisa menjadi benteng budaya sekaligus identitas yang memperkuat karakter masyarakat di tengah perubahan demografis yang cepat.

Ia berharap pelestarian sastra lisan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama agar warisan leluhur tetap hidup, dipahami, dan dibanggakan oleh generasi muda.

Dengan tekad itu, Disdikbud Kukar terus mendorong pemulihan tradisi lisan sebagai bagian penting dari warisan budaya yang wajib dijaga agar tidak hilang dari kehidupan masyarakat modern.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism

24 April 2026 - 18:00 WITA

aul0000001

DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya

24 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota02

Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

24 April 2026 - 16:00 WITA

dpdrkota01

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010

PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas

23 April 2026 - 16:30 WITA

kn09

Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak

23 April 2026 - 16:00 WITA

kn08
Trending di BERITA DAERAH